Selasa, 03 Maret 2009

Perajin Batik Pabean Bangkit


CERAHNYA cuaca di Kota Pekalongan diikuti pula cerahnya hati para perajin batik di Kelurahan Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara. Aktivitas perajin batik di sana mulai bangkit.
Mengingat sebelumnya, para perajin batik tidak bisa membuat batik karena cuaca selau mendung. Terlebih di daerah tersebut meruapakan daerah rawan banjir dengan tingkat keparahan cukup tinggi. "Sudah seminggu kami mulai membatik. Ya bahagia mas, sudah mulai cerah cuacanya. Jadi bisa langsung menjemur batik," ungkap Sumrotun, salah seorang perajin yang memiliki 20 karyawan ini. Dijelaskan, aktivitasnya sempat lumpuh selama 5 bulan saat daerah tersebut terus menerus diguyur hujan. "Ya...iya kalau nggak ada matahari kita ngenes (sedih-red). Sudah lima bulan kami nganggur karena gak ada matahari," terangnya.
Hal senada juga dikatakan H Nasir, Ketua Paguyuban Batik Pabean. Saat ini ratusan buruh batik sudah kembali bekerja seperti semula. Di daerahnya terdapat sebanyak 75 perajin batik. Bisa dibayangkan berapa banyak tenaga kerja yang kembali mendapat pekerjaannya setelah sekian lama berdiam diri di rumah. "Rata-rata setiap buruh batik digaji Rp 10.000 per hari. Jadi dengan cerahnya cuaca, bukan hanya aktivitasnya saja yang pulih, tetapi juga perputaran uang kembali bergulir," tandasnya.Mereka mengharapkan cuaca seperti ini bisa berlangsung terus-menerus. Sehingga warga Pabean tetap memiliki penghasilan setiap harinya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar