<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068</id><updated>2011-07-08T01:22:28.417-07:00</updated><title type='text'>cinta batik</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-8090144157797080814</id><published>2009-07-09T05:59:00.001-07:00</published><updated>2009-07-09T06:05:09.087-07:00</updated><title type='text'>Baru 4 Bulan, Sudah Rambah Pasar Luar Kota</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SlXqGA9i3CI/AAAAAAAAAFw/MEuIfPimBPM/s1600-h/kerajinan+nabil.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356444720885324834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SlXqGA9i3CI/AAAAAAAAAFw/MEuIfPimBPM/s320/kerajinan+nabil.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;MESKI usaha yang didirikan baru berumur 4 bulan. Namun sudah mampu merambah pasar luar Kota Pekalongan, yakni Semarang dan Jawa Barat. Bahkan kini lagi 'menjajal' untuk mengekspor ke luar negeri, rencanannya ke Malaysia.&lt;br /&gt;Itulah usaha membuat baju muslim payetan dan bordir yang ditekuni Nabil Diab. Adik kandung Isteri Walikota Balgies Diab itu tertarik mendirikan usaha baju muslim payetan dan bordir, sebab usaha tersebut lagi booming. Namun bukan semata itu saja, yang utama karena Nabil Diab ingin menyalurkan hobinya dalam membuat baju muslim. "Sudah lama keinginan itu ada dalam hati saya. Namun baru realisasi 4 bulan yang lalu," ucapnya sembari menjelaskan, bila keluarganya 7 perempuan semua dan hanya dirinya yang laki-laki. Ketika membeli baju mesti dimusyawarahkan. Dari musyawarah itulah muncul kecintaan terhadap motif-motif baju.&lt;br /&gt;Diantara produk baju muslim yang dibuat Nabil Diab berupa Abaya (gamis(, rok panjang, stelan rok and blus, dan kerudung bordir maupun kerudung payet. Harganya per unit mulai dari 60 Ribu, sampai yang tertinggi Rp 300 Ribu.&lt;br /&gt;Modal usaha yang digunakan untuk mendirikan usaha, kata Nabil, sangat kecil sekali. Ia mempunyai filosofi, kalau usaha yang didirikan dari modal yang kecil maka akan menjadi besar."Kalau dari modal kecil kemudian menjadi besar, akan terasa nikmatnya. Makanya saya selalu memulai dari yang kecil," tandasnya.&lt;br /&gt;Nabil menjelaskan, kain yang dipakai untuk baju muslim maupun kerudung mendatangkan dari Bandung. Kain yang dipakai adalah kain bahan halus. Hal itulah yang mungkin membedakan dengan baju muslim maupun kerudung ditempat lain. "Kami menggunakan bahan yang halus. Sehingga memberi rasa nyaman bagi pemakainya," ucapnya.&lt;br /&gt;Selain memiliki keunggulan dari bahan kain yang halus, lanjut Nabil, keunggulan lainnya berupa pilihan motif yang banyak. Pembeli ditawari dengan motif-motif yang beragam. "Motif-motif itu saya yang bikin, bersama Isteri. Kami dalam membuat motif selalu mengikuti trend yang berkembang, dan menciptakan trend sendiri," ucapnya.&lt;br /&gt;Untuk menggali inspirasi dalam menciptakan motif, akui Nabil, ia memanfaatkan segala media yang berhubungan dengan mode. Sebut saja majalah, internet serta surat kabar. "Setelah menemukan inspirasi, saya kreasi sendiri. Saya membuat satu model hanya dibikin satu motif," ucapnya.&lt;br /&gt;Nabil menamakan usaha barunya NAB. NAB itupula yang digunakan sebagai merk dagang untuk baju muslim, dan kerudungnya. "NAB itu diambilkan dari nama saya Nabil Diab. Tujuannya untuk memudahkan menyebut nama," tandasnya.&lt;br /&gt;Nabil mengaku, dari usahanya itu mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 15 orang. Sebagian besar dari Kota Pekalongan sendiri. Dengan begitu, telah mendukung program Pemkot dalam rangka meminalisasi jumlah pangangguran di Kota Pekalongan. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-8090144157797080814?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/8090144157797080814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/baru-4-bulan-sudah-rambah-pasar-luar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/8090144157797080814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/8090144157797080814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/baru-4-bulan-sudah-rambah-pasar-luar.html' title='Baru 4 Bulan, Sudah Rambah Pasar Luar Kota'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SlXqGA9i3CI/AAAAAAAAAFw/MEuIfPimBPM/s72-c/kerajinan+nabil.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-3739035334641003421</id><published>2009-07-09T05:54:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T05:58:57.227-07:00</updated><title type='text'>50 Pekerjanya Perempuan Semua</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SlXpX084YtI/AAAAAAAAAFo/k36L58RV-QQ/s1600-h/Batik+sekar+wangi+1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356443927387333330" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SlXpX084YtI/AAAAAAAAAFo/k36L58RV-QQ/s320/Batik+sekar+wangi+1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;BATIK SEKAR WANGI. Inilah merk dagang milik H Kadarisman, warga Kelurahan Sapuro Kecamatan Pekalongan Barat yang spesialis membuat batik tulis dari bahan sutra.&lt;br /&gt;Kadarisman mengaku, sebelum membuat batik tulis dari bahan sutra. Dirinya membuat batik dari bahan katun. Kemudian bahan katun ditinggalkan, dan beralih ke bahan sutra sampai sekarang."Saya telah menekuni usaha batik sebelum 1981. Baru 1981, saya didaftarkan ke pemerintah untuk mendapatkan legalitas," ucap Alumnus Sekolah Tinggi Perbankan di Jakarta.&lt;br /&gt;Kadarisman mengaku, usahanya yang sekarang mengalami penurunan produksi dibanding tahun lalu. Saat rezim Soeharto, usahanya mengalami masa keemasan antara tahun 1996 sampai 1997. Karyawannya ada 130 orang. Namun sekarang 50 orang saja sebagai dampak krisis ekonomi, persoalan gejolak ekonomi yang ditandai dengan naiknya harga kedelai, terigu dan minyak goreng.&lt;br /&gt;Saat jaya-jayanya pula, pemasarannya tidak hanya lokal Indonesia saja. Melainkan diekspor ke luar negeri, yakni ke Malaysia dan Brunai Darussalam."Waktu itu ada 3 buyer yang mengekspor batik tulis saya. Namun kini sudah tidak lagi, bahkan satu diantara 3 perusahaan itu terpaksa dijual karena gulung tikar," ucapnya sembari menyebut saat jaya-jayanya, setiap bulan mengirim 600 potong batik tulis.&lt;br /&gt;Namun sekarang batik sutranya dijual ke lokal saja di Jakarta, Palembang, dan Bandung. Untuk pemasarannya, kata Kadarisman, ditangani sendiri. Begitupula produksinya. Ia sekarang mempekerjakan 50 orang saja. Yang unik, dari 50 pekerjanya itu perempuan semua. "Perempuan itu mempunyai jiwa halus. Berbeda dengan laki-laki yang biasanya muncul sikap kasar. Meski begitu, ada juga laki-laki yang memiliki jiwa halus, seperti Iwan Tirta dan desainer yang lainnya," ucap penerima Upakarti dari Presiden Soeharto karena keberhasilannya melakukan pembinaan kepada usaha kecil.&lt;br /&gt;Pekerja yang semuanya perempuan, lanjut Kadarisman, tidak hanya dilakukan dirinya. Saat ibunya masih hidup, juga mempekerjakan batiknya pada pekerja perempuan. "Sekarang menurun pada saya. Mulai dari pembatik, ngelorot sampai yang memberikan warna, semuanya ditangani perempuan," akuinya yang juga pernah menerima Upapradana dari Gubernur Jateng Ismail.&lt;br /&gt;Disinggung tentang strategi dalam mempertahankan usahanya? Kadarisman mengaku, selalu berinovasi dalam menciptakan motif-motif. Dalam menggali inspirasi, ia memanfaatkan media yang ada. Hasilnya motif yang dihasilkan selalu berbeda, sesuai dengan perkembangan mode.&lt;br /&gt;Disamping itu, Ia tetap mempertahankan warna batik, yakni warna marun (merah hati(. Warna marun itu merupakan ciri khas Batik Sekar Wangi.&lt;br /&gt;Kadarisman menjelaskan, nama Sekar Wangi diilhami dari adanya merk batik 'Arum Dalu' yang artinya wangi bila malam hari. Batik Arum Dalu tidak lama bertahan, dan akhirnya gulung tikar. Dengan nama Sekar Wangi yang artinya mewangi sepanjang hari diharapkan batiknya tetap lancar, dan tidak 0mengalami hambatan pemasaran dan bahan baku. "Alhamdulilah sampai sekarang masih lancar," pungkas Kadarisman. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-3739035334641003421?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/3739035334641003421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/50-pekerjanya-perempuan-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3739035334641003421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3739035334641003421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/50-pekerjanya-perempuan-semua.html' title='50 Pekerjanya Perempuan Semua'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SlXpX084YtI/AAAAAAAAAFo/k36L58RV-QQ/s72-c/Batik+sekar+wangi+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-3886484235781354234</id><published>2009-07-09T05:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T05:53:04.978-07:00</updated><title type='text'>Dion Manfaatkan Lahan Kosong</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;TIDAK banyak orang pintar memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang kosong menjadi lahan yang produktif. Namun Dedi Kurniadi SPdI, warga Kelurahan Kramatsari Kecamatan Pekalongan Barat mampu memanfaatkannya dengan membuat kolam untuk beternak lele.&lt;br /&gt;Hasilnya menguntungkan, hanya 2 bulan. Lelenya yang berukuran 6 cm telah besar menjadi 14 cm. Untuk pakannya tidak sulit, dari sisa-sisa makanan, dan pur. Sehingga lebih hemat."Alhamdulilah sekarang sudah besar-besar," ucapnya.&lt;br /&gt;Dion-sapaan akrabnya mengaku, usaha ini dilatarbelakangi dengan adanya lahan yang kosong. Daripada dibiarkan terlantar-lebih baik dimanfaatkan guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. "Kalau panen hasilnya lumayan untuk menambah belanja keluarga, sekaligus meningkatkan gizi keluarga," ucapnya.&lt;br /&gt;Mengenai pemasarannya, Dion mengaku tidak kesulitan. Sebab ada penampung yang siap menerima hasil panennya. "Sudah ada penampung," jawabnya.&lt;br /&gt;Mengenai bibit, Dion juga tidak mengalami kesulitan. Sebab banyak dijual di Wiradesa. Begitupula pakannya banyak dijual dipasaran ikan. Yang menjadi masalah pakan instannya mahal.&lt;br /&gt;Dion menambahkan, selain menghasilkan tambahan pendapatan. Sisi lain, juga memberikan rasa kenikmatan bagi batin. "Saat pikiran jenuh, ketika melihat ikan-ikan berlarian. Maka pikiran jenuh menjadi hilang," kata Dion. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-3886484235781354234?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/3886484235781354234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/dion-manfaatkan-lahan-kosong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3886484235781354234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3886484235781354234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/dion-manfaatkan-lahan-kosong.html' title='Dion Manfaatkan Lahan Kosong'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-2018111862500482376</id><published>2009-07-02T05:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T05:50:14.510-07:00</updated><title type='text'>Lanjutkan Usaha Alm MC Zurkoni, Usaha Yang Ditekuni Ida S Ardiyanti</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Skys-xd9sVI/AAAAAAAAAFg/fIxhHAGhT4Q/s1600-h/o.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353844251467559250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Skys-xd9sVI/AAAAAAAAAFg/fIxhHAGhT4Q/s400/o.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;SETELAH ditinggal MC Zurkoni, aktivis Pekalongan yang meninggal dunia karena kecelakaan di Linggoasri Kabupaten Pekalongan. Isterinya, Ida S Ardiyanti melanjutkan usaha suami yang telah ditekuni sejak lama, yakni menjual produk batik di Pasar Grosir PPIP, Jalan Dr Wahidin nomor 102 Pekalongan.&lt;br /&gt;Mbak Ida, sapaan akrabnya-yang ditemui Selasa (5/8) sedang menata koleksi produk batik. Ditempat kios batik bernama 'Batik AISY', ia tidak hanya menjual produk batik. Perempuan yang dikaruniai dua anak dari hubungan dengan MC Zurkoni, masing-masing Ais dan Ryan M.Zakwan Zr Febriyan juga menjual garment, busana muslim dan busana wanita. Bisa dibilang cukup lengkap.&lt;br /&gt;Mbak Ida mengatakan, setelah ditinggal Abang (panggilan Almarhum MC Zurkoni), dirinya harus menggantikan posisi suaminya dalam mencukupi kebutuhan hidup untuk dua anak-anaknya. Apalagi Ais, anak pertama sudah duduk dibangku Sekolah Dasar. Tentunya membutuhkan biaya yang cukup banyak."Apalagi saya ingin, Ais bisa melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi. Makanya saya harus bekerja untuk menafkahi keluarga. Jadi bisa dikata sudah 2 tahun, saya menekuni usaha batik," ucapnya.&lt;br /&gt;Mbak Ida mengaku, dirinya mengenal bisnis batik sejak Abangnya masih hidup. Namun waktu itu, ia hanya diberi tanggungjawab mengurus administrasi keuangan, dan mengambil batik dari saudara-saudaranya yang membuat batik bila Almarhum ada pesanan produk batik. Karena kalau ingin ikut turun secara total ke bisnis batik, Abangnya selalu melarang. Alasannya agar lebih fokus mengurus Ais, yang saat itu masih Balita.&lt;br /&gt;Karena MC Zurkoni telah meninggal dunia, maka segala urusan, mulai mengambil batik sampai memasarkannya hanya dilakukan seorang. "Untungnya adik-adik saya membantu. Kalau ada kesulitan, saya dibantu, hingga tugas saya menjadi ringan," ucap Mbak Ida.&lt;br /&gt;Kalau dahulu masih mengambil produk batik dari saudara-saudaranya yang memproduksi kain batik. Kini, usaha yang dipegangnya telah maju selangkah, yakni memproduksi batik sendiri. "Produk batik yang kami produksi, berupa batik sutra untuk baju kemeja, daster dan tas yang telah dimotif dari bahan blaco."&lt;br /&gt;Sedangkan produk batik yang mengambil dari saudaranya, berupa kemeja dari katun, baju lengan panjang. Untuk motif-motif produk batiknya dinamis, mengikuti perkembangan zaman.&lt;br /&gt;Ditanya harga? Mbak Ida mengaku harga-harga produk batiknya variatif, tergantung dari bahan yang digunakan. Tentunya kalau bahannya dari kain sutra harganya lebih mahal bila dibandingkan dengan bahan katun.**Yang Unik&lt;br /&gt;Mbak Ida mengaku, yang membedakan kios 'Batik Aisy' dengan kios yang lain, bila kiosnya menyediakan tas yang telah dimotif dari bahan blaco. Motifnya sangat unik yakni motif etnik. Sedangkan pembuatan motifnya dengan cara dijahit.&lt;br /&gt;Mbak Ida menceritakan, saat memulai usaha menjual produk batik, dirinya tidak diwarisi harta yang berlimpah. Melainkan semangat dan modal yang cukup. Semangat yang masih dikenang-itulah yang membuat dirinya berani sendiri memikul tanggung jawab sebagai Ibu, sekaligus kepala rumah tangga."Alhamdulilah, dari modal yang pas-pasan. Kini (modalnya) telah bertambah. Meski masih butuh untuk menambah koleksi produk batik," ucapnya, sembari siap bekerja sama dengan pihak manapun dalam penjualan produk batik.&lt;br /&gt;Meski dibilang sebagai pemain baru dalam bisnis batik, Ida S Ardiyanti menyadari ada resiko dalam usaha menjual produk batik, salah satunya ketika produk batiknya diambil tidak dibayar. Almarhum pernah mengatakan, orang yang hidup di jalan raya kalau tidak ditabrak maka akan tertabrak. Maksudnya, orang yang bisnis batik harus siap-siap bila ketika batiknya diambil pembeli namun tidak dibayar. "Kalau ada pesanan batik tidak dibayar, tidak perlu kecewa. Tapi yakinlah, Allah pasti akan membukakan jalan solusi," kenangnya.**Atas Dorongan AnaknyaMbak Ida mengatakan, pasca ditinggal suaminya, maka dirinya harus menjual produk batik ke Jakarta dan Salatiga. Jaringan pemasaran tersebut sudah terbentuk saat Almarhum Zurkoni masih bisnis batik secara sambilan, karena aktivitasnya lebih banyak sebagai aktivis LSM."Serta sebagian lagi dibawa teman-teman untuk dijual ke daerah lain."&lt;br /&gt;Ida S Ardiyanti mengaku, bila dirinya membuka kios di Pasar Grosir PPIP karena dorongan putra yang pertama, Ais. Meski masih kecil, anaknya mengatakan, ambilah kesempatan (membuka kios di Pasar Grosir PPIP) karena kesempatan tersebut tidak akan datang dua kali."Dengan niat Bimillah, saya membuka kios disini (Pasar Grosir PPIP). Alhamdulilah, kemarin sudah ada yang mampir untuk membeli produk batik," jelasnya lagi.&lt;br /&gt;Yang membuatnya yakin lagi, Ais ikut menata produk-produk batik, garmen, maupun busana muslim Ternyata tampilan hasil penataan kios 'Batik Aisy' sesuai arahan Ais sangat rapi. "Saya menjadi senang bisa membuka kios disini, meski uang yang harus ku keluarkan tidak sedikit," pungkas Ida. (abdurrahman) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-2018111862500482376?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/2018111862500482376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/lanjutkan-usaha-alm-mc-zurkoni-usaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2018111862500482376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2018111862500482376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/lanjutkan-usaha-alm-mc-zurkoni-usaha.html' title='Lanjutkan Usaha Alm MC Zurkoni, Usaha Yang Ditekuni Ida S Ardiyanti'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Skys-xd9sVI/AAAAAAAAAFg/fIxhHAGhT4Q/s72-c/o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-6545122312765377269</id><published>2009-07-02T05:33:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T05:36:31.252-07:00</updated><title type='text'>Industri 'Kelir Batik' Miliki Ciri Khas Warna Terang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SkypuqXB_hI/AAAAAAAAAFY/afD75RuniLU/s1600-h/DSC02822.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353840676146642450" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SkypuqXB_hI/AAAAAAAAAFY/afD75RuniLU/s400/DSC02822.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;INDUSTRI batik bisa tetap hidup karena memiliki nilai artistik. Muhammad Farid selaku pengrajin-sekaligus produsen batik memiliki ciri khas dalam warna produk batiknya yang terang, atau cerah.&lt;br /&gt;Praktis saja, banyak pengusaha batik meminta jasa home industri 'Kelir Batik' milik M Farid, yang berada di Desa Spacar Kecamatan Tirto, Kabupetan Pekalongan untuk membikinkan kain batiknya.&lt;br /&gt;Menjelang bulan Ramadhan ini saja, 'sanggan' yang dikerjakan 'Kelir Batik' bisa dihitung 3 kali lipat bila dibandingkan dari bulan-bulan sebelumnya. "Alhamdulilah, sekarang ini saja, sanggannya 3 kali lioat dari bulan sebelumnya," ucap M Farid, atau yang akrab disapa Bang Ayid kepada Radar, Selasa (15/7).&lt;br /&gt;Datangnya pengusaha batik yang memberikan pekerjaan kepada dirinya, lanjut Bang Ayid, tidak hanya dari lokal saja. Melainkan juga dari luar Pekalongan, bahkan ada yang luar jawa. Padahal jasa membuatkan batik di home industri 'Kelir Batik' belum pernah dipublikasikan, atau diiklankan. "Iklannya mulut ke mulut. Mereka yang pernah memberikan pekerjaan kepada kami, biasanya menginformasikan kepada pengusaha yang lain. Jadi mereka datang sendiri ke kami."&lt;br /&gt;Bang Ayid mengaku, yang sering dikerjakanya adalah membuat selendang batik dari bahan sutra, dan kain ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Bila dibandingkan dengan home industri batik yang lain, selendang batik bikinan M Farid memiliki warna yang terang atau cerah. "Warna cerah inilah khas dari produk batik yang kami buat," terangnya.&lt;br /&gt;Kendati lebih banyak menerima jasa dibuatkan selendang batik, di home industri 'Kelir Batik' juga membuka jasa pembuatan kain batik lainnya. Misalnya saja menerima jasa pembuatan kain batik untuk baju untuk hem maupun blus, serta yang lain.&lt;br /&gt;Yang membedakan lagi, kalau di home industri 'Kelir Batik' mampu membuatkan kain batik untuk blus dengan motif mega mendung, sedangkan home industri batik yang lain belum tentu sanggup membuatnya. "Untuk pembuatan motif mega mendung, tidak semua produsen batik bisa," tambah Isteri Bang Ayid, Diana.&lt;br /&gt;Saat ini, home industri 'Kelir Batik' yang dirintis Bang Ayid, dan Diana mampu menyerap 27 orang tenaga kerja. Tentunya meringankan beban pemerintah dalam menyiapkan lapangan pekerjaan. "Mungkin, jelang bulan Ramadhan ini, kami akan menambah pekerjaan karena tambahnya pekerjaan."&lt;br /&gt;Diana mengaku tidak akan selamanya menjadi produsen batik. Jebolan Universitas Gajah Mada (UGM) itu berencana akan membuat produk batik sendiri, dan memasarkannya. Alasannya belum membikin batik sendiri dan memasarkannya, mengingat anak-anaknya masih kecil-kecil. Sehingga untuk sementara masih fokus pada usaha menerima jasa produksi batik. "Mungkin, kalau anak-anak sudah besar, kami punya waktu untuk memasarkan batik ke luar kota. Karena untuk memasarkan produk batik harus keluar kota biar harganya tidak jatuh," ucap Diana.&lt;br /&gt;Diana menceritakan, kali pertama dirinya dan suami mendirikan home industri 'Kelir Batik', karena melihat banyak peralatan batik, seperti ender, dan cap yang ditelantarkan di rumah suaminya. "Mertua saya adalah pengrajin batik. Dulunya, beliau menekuni usaha batik, namun sekarang sudah berhenti," kenangnya.&lt;br /&gt;Usaha mertuanya berhenti, lanjut Diana, karena krisis ekonomi pada tahun 1997. Waktu itu, tidak saja usaha bapak M Farid yang gulung tikar, melainkan home industri batik yang lain mengalami nasib yang serupa. "Maklum saja, usaha mertua saya itu termasuk usaha mikro. Jadi hanya pengusaha ataupun pengrajin batik yang memiliki modal kuat saja yang mampu bertahan."&lt;br /&gt;Terpanggil untuk melestarikan batik, sekaligus untuk mencari sumber ekonomi bagi kehidupan keluarganya, lanjut Diana, dirinya bersama suami tercinta mendirikan usaha jasa produksi batik. "Alhamdulilah sampai sekarang lancar. Meski kami masih ngontrak rumah, namun berkah," pungkas Diana. (abdurrahman)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-6545122312765377269?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/6545122312765377269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/industri-kelir-batik-miliki-ciri-khas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6545122312765377269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6545122312765377269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/industri-kelir-batik-miliki-ciri-khas.html' title='Industri &apos;Kelir Batik&apos; Miliki Ciri Khas Warna Terang'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SkypuqXB_hI/AAAAAAAAAFY/afD75RuniLU/s72-c/DSC02822.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-3434370478388355005</id><published>2009-07-01T04:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T04:52:59.871-07:00</updated><title type='text'>Para Pedagang Batik Ngaku Omzetnya Capai Jutaan Rupiah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SktN4VBbP8I/AAAAAAAAAFQ/Uu8k2ZQpIFc/s1600-h/Foto+Jangkar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353458212171104194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SktN4VBbP8I/AAAAAAAAAFQ/Uu8k2ZQpIFc/s400/Foto+Jangkar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;BISNIS eceran batik di Pasar Grosir Setono Pekalongan, hingga saat ini terus berkembang. Para perajin dan pedagang batik yang berjualan di pasar grosir mengaku, omzetnya mencapai jutaan rupiah.&lt;br /&gt;Tingginya nilai transaksi penjualan batik tersebut menyebabkan penambahan kios bertambah. Bahkan, di sebelah barat telah dibangun toko batik.&lt;br /&gt;Pengelola Grosir Setono, Drs Soni Hikmalul MSi mengatakan, omzet perdagangan batik di pasar grosir sangat tergantung pada hari-hari kegiatan besar masyarakat.&lt;br /&gt;Pada bulan Ramadhan hingga pasca-Lebaran misalnya, biasanya omzet Rp 2 juta per hari diperoleh perajin atau pedagang. Bulan yang ramai lainnya adalah masa panen tembakau atau panen padi. "Musim hujan yang menyebabkan tanaman petani kebanjiran turut mengurangi omzet penjualan batik," ucapnya.&lt;br /&gt;Soni Hikmalul mengemukakan, pasar grosir ini dipenuhi perajin maupun pedagang yang banyak menjual produk batik Pekalongan seperti busana wanita, baju, celana, perlengkapan aksesori rumah tangga seperti kain seprei, sarung bantal, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Konsep awal pasar grosir ini hanya untuk perdagangan produk batik, namun belakangan usaha konveksi mulai bergabung. Pasar Grosir Setono juga mulai ditiru swasta lain dengan membangun pasar serupa di lokasi lain.&lt;br /&gt;“Sudah terdapat tujuh pasar grosir batik di Pekalongan dan sekitarnya. Pasar grosir terbesar adalah Pasar Setono, Gamer, Pantura, dan Bondansari," kata Soni Hikmalul.&lt;br /&gt;kata Soni Hikmalul mengatakan, perdagangan batik di pasar grosir ini sudah melebar. Pembeli tidak hanya warga Jawa Tengah, tetapi juga sudah banyak pedagang besar dari berbagai provinsi. Pedagang dari mancanegara pun mulai melirik dan mencari pakaian batik dari Pekalongan. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-3434370478388355005?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/3434370478388355005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/para-pedagang-batik-ngaku-omzetnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3434370478388355005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3434370478388355005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/para-pedagang-batik-ngaku-omzetnya.html' title='Para Pedagang Batik Ngaku Omzetnya Capai Jutaan Rupiah'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SktN4VBbP8I/AAAAAAAAAFQ/Uu8k2ZQpIFc/s72-c/Foto+Jangkar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-6391294104878918156</id><published>2009-07-01T04:43:00.001-07:00</published><updated>2009-07-01T04:44:48.069-07:00</updated><title type='text'>Batik Pekalongan, Antara Masa Lampau dan Kini</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;BATIK Pekalongan sejak lama diekspor ke sejumlah negara, antara lain Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat. Sedemikian terkenalnya batik dari Pekalongan, Jawa Tengah sehingga jenis batik ini tidak berhenti hanya menjadi hasil kegiatan ekonomi, tetapi juga telah menjadi ikon wisata.&lt;br /&gt;Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik pekalongan dikerjakan di rumah-rumah.&lt;br /&gt;Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Batik pekalongan adalah napas kehidupan sehari-sehari warga Pekalongan. Ia menghidupi dan dihidupi warga Pekalongan.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, sama dengan usaha kecil dan menengah lainnya di Indonesia, usaha batik pekalongan kini tengah menghadapi masa transisi. Perkembangan dunia yang semakin kompleks dan munculnya negara pesaing baru, seperti Vietnam, Malaysia dan China menantang industri batik Pekalongan untuk segera mentransformasikan dirinya ke arah yang lebih modern.&lt;br /&gt;Gagal melewati masa transisi ini, batik Pekalongan mungkin hanya akan dikenang generasi mendatang lewat buku sejarah.&lt;br /&gt;Fathiyah A Kadir, seorang pengusaha batik di Kota Pekalongan, mengatakan, pada awal tahun 1970-an hampir seluruh pekerja di unit usaha batik pekalongan adalah petani. "Jadi, mereka tukang batik sekaligus petani," ujarnya.&lt;br /&gt;Ketika itu, pola kerja tukang batik masih sangat dipengaruhi siklus pertanian. Saat berlangsung masa tanam atau masa panen padi, mereka sepenuhnya bekerja di sawah. Namun, di antara masa tanam dan masa panen, mereka bekerja sepenuhnya sebagai tukang batik.&lt;br /&gt;"Suasana kerja sangat diwarnai semangat keguyuban, semangat kekeluargaan," ungkap perempuan pengusaha itu.&lt;br /&gt;Pengrajin Batik Pekalongan lainnya, Khusnul Khotimah mengatakan, apa yang dihadapi industri batik pekalongan saat ini mungkin adalah sama dengan persoalan yang dihadapi industri lainnya di Indonesia, terutama yang berbasis pada pengusaha kecil dan menengah.&lt;br /&gt;Persoalan itu, antara lain, berupa menurunnya daya saing yang ditunjukkan dengan harga jual produk yang lebih tinggi dibanding harga jual produk sejenis yang dihasilkan negara lain. Padahal, kualitas produk yang dihasikan negara pesaing lebih baik dibanding produk pengusaha Indonesia.&lt;br /&gt;Penyebab persoalan ini bermacam-macam, mulai dari rendahnya produktivitas dan keterampilan pekerja, kurangnya inisiatif pengusaha untuk melakukan inovasi produk, hingga usangnya peralatan mesin pendukung proses produksi.&lt;br /&gt;Kompetisi yang kian ketat mengondisikan usaha kecil menengah untuk memperbaiki kinerja, sekaligus memperbaiki kualitas produk yang mereka hasilkan. Paradigma lama kerap menuding tuntutan perbaikan kesejahteraan pekerja sebagai kambing hitam terjadinya pembengkakan produksi.&lt;br /&gt;Paradigma ini mengabaikan kualitas pekerjaan yang baik atau kreativitas untuk menghasilkan inovasi produk keluar dari pekerja yang sejahtera dan pekerja yang melaksanakan tugasnya dengan tenang.&lt;br /&gt;Untuk bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat, pengusaha batik pekalongan sudah seharusnya mengadopsi paradigma baru dalam mengelola usaha mereka. Sebagaimana tersirat pada pandangan yang disampaikan Totok.&lt;br /&gt;"Kualitas produk sangat ditentukan oleh pekerja. Program yang menguntungkan pekerja, seperti Jamsostek, sangat membantu pemberdayaan pekerja," ujarnya.&lt;br /&gt;Hanya bersandarkan pada keunggulan upah pekerja yang murah sudah harus ditinggalkan pengusaha Indonesia, termasuk pengusaha batik pekalongan. Bersandarkan pada keunggulan berupa keunikan produk tampaknya juga sudah harus ditinggalkan.&lt;br /&gt;"Pesaing kita semakin berat. Bayangkan, saat saya berkunjung ke Bangkok, saya melihat ternyata Thailand kini juga mampu membuat batik yang jauh lebih bagus daripada yang kita hasilkan," ungkap Totok.&lt;br /&gt;BAGI pengusaha batik pekalongan, memasuki tahun 2004 adalah memasuki masa yang penuh kesulitan. Permintaan batik pekalongan dari segala penjuru di Indonesia anjlok drastis. Berkodi-kodi batik menumpuk di tempat pengerjaan karena lesunya permintaan.&lt;br /&gt;"Ketika krisis moneter tahun 1997, batik pekalongan terpukul akibat kenaikan harga kain mori. Namun, dampak kenaikan harga kain mori cukup bisa diimbangi dengan penjualan ekspor batik pekalongan yang menguntungkan karena anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Kondisi ini berbeda dengan sekarang. Nilai tukar rupiah sudah relatif stabil, tetapi permintaan sangat lesu," kata Direktur Pasar Grosir Setono, Kota Pekalongan, Hasanuddin.&lt;br /&gt;Sejumlah pedagang batik di pasar grosir menuding penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 sebagai penyebab menurunnya omzet penjualan batik pekalongan hingga 50 persen. Argumennya, orang menunda perjalanan ke pekalongan karena menunggu hingga rampungnya kampanye Pemilu 2004.&lt;br /&gt;Akan tetapi, bagi Hasanuddin, lesunya penjualan batik pekalongan terkait erat dengan penurunan daya beli masyarakat. Alasannya, jika penjualan batik pekalongan lesu hanya dikarenakan Pemilu 2004, tentu pesanan batik dari luar Pekalongan, seperti Makassar dan Surabaya, relatif tidak mengalami kelesuan karena orang tidak perlu melakukan perjalanan ke Pekalongan.&lt;br /&gt;"Pengusaha batik yang dulu berorientasi menjual produknya ke luar kota sekarang beramai-ramai berjualan di Pekalongan. Ini ditandai dengan melonjaknya permintaan kios di pasar grosir," ujar Hasanuddin.&lt;br /&gt;Akan tetapi, usaha itu tampaknya tetap tidak membantu. Bertumpuk-tumpuk batik tetap saja tak terjual di tempat produksi. Karena itu, dari sekitar 100 usaha batik di daerah Kelurahan Buaran, misalnya, sekitar 25 persen di antaranya sudah meliburkan pekerja. "Penjualan macet. Bagaimana mereka bisa melanjutkan produksi?" ungkap Hasanuddin.&lt;br /&gt;Redupnya usaha batik pekalongan, menurut Hasanuddin, juga ditandai dengan kian banyaknya penyewa kios di Pasar Grosir Setono yang membayar ongkos sewa dengan cek kosong. Ini nyaris tidak pernah ditemui pada masa sebelumnya.&lt;br /&gt;"Padahal, penyewa kios itu tergolong pengusaha besar dan nilai sewa yang harus dibayarkan cukup kecil, hanya Rp 1 juta-Rp 2 juta. Saya kira, dalam kondisi normal, tidak mungkin pengusaha yang tergolong cukup mapan melakukan hal tersebut," kata Hasanuddin lagi.&lt;br /&gt;Akan tetapi, peka terhadap tuntutan pasar dan meresponsnya dalam bentuk inovasi dibuktikan pengusaha batik pekalongan, Rusdiyanto, yang berhasil menyelamatkan usahanya dari terpaan krisis. "Kalau saja saya tidak memulai memproduksi batik serat nanas tiga tahun lalu, usaha batik saya mungkin juga sudah meliburkan pekerja sekarang," kata pria yang tempat usahanya berada di Kelurahan Setono, Kota Pekalongan, tersebut.&lt;br /&gt;Batik serat nanas yang diproduksi Rusdiyanto memang tidak terpengaruh oleh terpaan krisis. Harga kain batik pekalongan berserat nanas dengan ukuran panjang 2,56 meter dan lebar 1,15 meter bisa mencapai Rp 1,5 juta-Rp 3 juta. Karena itu, orang yang membeli jenis batik ini tentunya mereka dengan kondisi keuangan yang nyaris tidak terjamah gempuran krisis.&lt;br /&gt;Bahkan, Rusdiyanto mengaku saat ini kesulitan untuk memenuhi order. "Batik serat nanas yang saya produksi tidak pernah menumpuk. Baru jadi, langsung dibawa pembeli ke Jakarta atau Singapura," ungkapnya.&lt;br /&gt;Menurut Totok Parwoto, harga batik serat nanas di Jakarta naik berkali-kali lipat dibandingkan saat harganya masih di Pekalongan. "Kain batik serat nanas yang harganya di Pekalongan Rp 3 juta bisa mencapai Rp 7 juta di Jakarta," ungkapnya.&lt;br /&gt;Batik serat nanas memiliki harga yang mahal karena suplai kain serat nanas masih sangat sedikit. Saat ini pengusaha batik serat nanas di Pekalongan hanya bergantung pada dua penyuplai kain serat nanas, yakni dari Kabupaten Pemalang dan dari Pabrik Radika di Pekalongan.&lt;br /&gt;Sedikitnya produsen kain serat nanas disebabkan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam proses pemintalan serat nanas menjadi benang, yang selanjutnya ditenun menjadi kain. Padahal, di Pemalang, terutama di Kecamatan Belik, tanaman nanas melimpah ruah.&lt;br /&gt;Selain itu, harga kain batik serat nanas sangat mahal karena jenis batik ini dipadukan dengan serat sutra. Padahal, batik sutra sendiri sudah tergolong sebagai batik yang mahal. "Belum lagi pembuatan batik serat nanas dilakukan dengan tangan atau termasuk batik tulis. Satu bulan, satu pekerja saya hanya menghasilkan satu kain batik serat nanas," kata Rusdiyanto.&lt;br /&gt;Inovasi yang dilakukan Rusdiyanto bukan hanya terbatas pada penggunaan serat nanas. Pengusaha batik ini juga melakukan inovasi pada motif batik. "Saya menggunakan motif batik pekalongan kuno," ujarnya.&lt;br /&gt;Motif batik pekalongan kuno adalah motif yang dipakai saat pertama kali batik pekalongan muncul. Motif ini biasanya berbentuk tentara Belanda atau orang Belanda dengan segala atributnya. Bahkan, tidak jarang motif itu juga menggambarkan tank.&lt;br /&gt;Warna yang digunakan Rusdiyanto juga warna saat batik pekalongan pertama kali muncul, yakni warna yang natural, seperti coklat atau merah bata. Berbeda dengan warna batik pekalongan sekarang, yang disebut orang dengan warna ngejreng. "Kain batik serat nanas dengan motif kuno dan warna alam ternyata sangat disukai pembeli dari luar negeri," katanya. (abdurrohman)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-6391294104878918156?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/6391294104878918156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/batik-pekalongan-antara-masa-lampau-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6391294104878918156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6391294104878918156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/batik-pekalongan-antara-masa-lampau-dan.html' title='Batik Pekalongan, Antara Masa Lampau dan Kini'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-2495375361001234240</id><published>2009-07-01T04:31:00.001-07:00</published><updated>2009-07-01T04:38:36.197-07:00</updated><title type='text'>Dari Museum Batik ke RM Puas, Rombongan Terpuaskan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SktKSqJLoDI/AAAAAAAAAFA/ok556w6UNmc/s1600-h/Foto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353454266470866994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SktKSqJLoDI/AAAAAAAAAFA/ok556w6UNmc/s400/Foto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Media Radar Pekalongan dan Radar Tegal, Sabtu (27/6) menerima kunjungan tamu istimewa. Itu karena mendapat kunjungan mitranya dari Jakarta. Seperti apa?&lt;br /&gt;LAPORAN : ABDURROHMANDari : Pekalongan&lt;br /&gt;SEKIRA jam 02.00 WIB, mitra Radar Pekalongan dan Radar Tegal tiba di Kota Pekalongan. Rombongan tersebut lalu di jemput GM Radar Pekalongan Ade Asep Syarifuddin, Manager Iklan Rosikin, serta GM Radar Tegal M Sukron, Manager Iklan Arifin dan Wawan Setiawan dari bagian redaksi di Radar Tegal.&lt;br /&gt;Dengan suasana penuh keakraban, baik rombongan dari Jakarta dan Radar Pekalongan dan Radar Tegal bertepuk sapa dan saling bergurau. Kemudian bermalam di Hotel Nirwana.&lt;br /&gt;Paginya, rombongan diajak ke Museum Batik yang berada di Jalan Jetayu. Sesampai di museum batik yang diresmikan Presiden SBY, rombongan disambut pengelola museum. Dalam kesempatan itu, Mas Seno dan Mbak Ririn langsung terjun untuk menyambut.&lt;br /&gt;Saat penyambutan, Mbak Ririn menyampaikan bila Museum Batik dulunya merupakan kantor peninggalan Belanda. Ditempat tersebut dijadikan sebagai kantor administrasi tebu.&lt;br /&gt;Setelah merdeka, hak kepemilikannya diambil alih pemerintah. Lalu difungsikan sebagai kantor pemerintah, pernah digunakan Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kota Pekalongan.&lt;br /&gt;Sebagai museum batik, kata Mbak Ririn, gedung Museum Batik menyimpan koleksi batik dari berbagai daerah se-Indonesia. Bahkan umurnya, ada yang sudah ratusan tahun."Misalnya batik dari Bengkulu, ini umurnya sudah seratus tahun," terangnya.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Mbak Ririn menunjukan satu-persatu batik dari daerah di Indonesia. Ia juga menunjukan adanya perbedaan batik dari daerah satu dengan daerah lainnya.&lt;br /&gt;Usai mengunjungi Museum Batik. Perjalanan dilanjutkan ke Home Industri Tobal Batik, yang berada di jalan Teratai 24.&lt;br /&gt;Ditempat usaha batik yang dikelola Hj Fatchiyah A.Kadir, rombongan diajak untuk melihat proses produksi batik, dari kain putih sampai menjadi fashion.&lt;br /&gt;Satu-persatu Bu Fat-sapaan akrabnya, menunjukan tempat pengecapan, serta menunjukan cara mengecap atau membatik. Sampai akhirnya menunjukan tempat penjahitan.&lt;br /&gt;Dijelaskannya olehnya, bila Batik merupakan kekayaan bangsa yang harus dipertahankan. Olah karena Pemkot Pekalongan, dengan didukung seluruh warganya mengajukan kepada UNESCO untuk menetapkan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia."Alhamdulilah usaha kami berhasil, dan nanti penghargaan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia akan diberikan," terangnya&lt;br /&gt;Puas ditempat Showroom Tobal Batik. Rombongan mempir ke Pasar Grosir Setono, ditempat itu langsung memborong pakaian. "Wah murah-murah ya...," kata Icha, salah satu rombongan yang ikut ke Pekalongan.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, ia banyak membeli pakaian, baik untuk dirinya sendiri, untuk oleh-oleh orang tuanya maupun untuk oleh-oleh kawannya di kantor."Kalau ini (baju batik,red) untuk saya sendiri guna aktivitas di kantor," ucapnya kepada Radar saat mendampinginya di Pasar Grosir Setono.&lt;br /&gt;Capek di Pasar Grosir Setono, rombongan mampir di Rumah Makan Puas. Ditempat itu, rombongan menikmati nasi kebuli, sate, nasi megono. "Wah enaknya. Tambah satu porsi lagi dong Mbak," ucap Arifin dan Wawan Setiawan, rombongan dari Radar Tegal.&lt;br /&gt;Usai menikmati hidangan, rombongan langsung puas. Karena sangat menikmati kunjungan di Kota Pekalongan. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-2495375361001234240?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/2495375361001234240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/dari-museum-batik-ke-rm-puas-rombongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2495375361001234240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2495375361001234240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/dari-museum-batik-ke-rm-puas-rombongan.html' title='Dari Museum Batik ke RM Puas, Rombongan Terpuaskan'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SktKSqJLoDI/AAAAAAAAAFA/ok556w6UNmc/s72-c/Foto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-6141957565758313422</id><published>2009-07-01T04:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T04:33:01.446-07:00</updated><title type='text'>Dari Kunjungan Mitra Radar Pekalongan dan Radar Tegal dari Jakarta di Kota Pekalongan.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Media Radar Pekalongan dan Radar Tegal, Sabtu (27/6) menerima kunjungan tamu istimewa. Itu karena mendapat kunjungan mitranya dari Jakarta. Seperti apa?&lt;br /&gt;LAPORAN : ABDURROHMANDari : Pekalongan&lt;br /&gt;SEKIRA jam 02.00 WIB, mitra Radar Pekalongan dan Radar Tegal tiba di Kota Pekalongan. Rombongan tersebut lalu di jemput GM Radar Pekalongan Ade Asep Syarifuddin, Manager Iklan Rosikin, serta GM Radar Tegal M Sukron, Manager Iklan Arifin dan Wawan Setiawan dari bagian redaksi di Radar Tegal.&lt;br /&gt;Dengan suasana penuh keakraban, baik rombongan dari Jakarta dan Radar Pekalongan dan Radar Tegal bertepuk sapa dan saling bergurau. Kemudian bermalam di Hotel Nirwana.&lt;br /&gt;Paginya, rombongan diajak ke Museum Batik yang berada di Jalan Jetayu. Sesampai di museum batik yang diresmikan Presiden SBY, rombongan disambut pengelola museum. Dalam kesempatan itu, Mas Seno dan Mbak Ririn langsung terjun untuk menyambut.&lt;br /&gt;Saat penyambutan, Mbak Ririn menyampaikan bila Museum Batik dulunya merupakan kantor peninggalan Belanda. Ditempat tersebut dijadikan sebagai kantor administrasi tebu.&lt;br /&gt;Setelah merdeka, hak kepemilikannya diambil alih pemerintah. Lalu difungsikan sebagai kantor pemerintah, pernah digunakan Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kota Pekalongan.&lt;br /&gt;Sebagai museum batik, kata Mbak Ririn, gedung Museum Batik menyimpan koleksi batik dari berbagai daerah se-Indonesia. Bahkan umurnya, ada yang sudah ratusan tahun."Misalnya batik dari Bengkulu, ini umurnya sudah seratus tahun," terangnya.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Mbak Ririn menunjukan satu-persatu batik dari daerah di Indonesia. Ia juga menunjukan adanya perbedaan batik dari daerah satu dengan daerah lainnya.&lt;br /&gt;Usai mengunjungi Museum Batik. Perjalanan dilanjutkan ke Home Industri Tobal Batik, yang berada di jalan Teratai 24.&lt;br /&gt;Ditempat usaha batik yang dikelola Hj Fatchiyah A.Kadir, rombongan diajak untuk melihat proses produksi batik, dari kain putih sampai menjadi fashion.&lt;br /&gt;Satu-persatu Bu Fat-sapaan akrabnya, menunjukan tempat pengecapan, serta menunjukan cara mengecap atau membatik. Sampai akhirnya menunjukan tempat penjahitan.&lt;br /&gt;Dijelaskannya olehnya, bila Batik merupakan kekayaan bangsa yang harus dipertahankan. Olah karena Pemkot Pekalongan, dengan didukung seluruh warganya mengajukan kepada UNESCO untuk menetapkan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia."Alhamdulilah usaha kami berhasil, dan nanti penghargaan  batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia akan diberikan," terangnya&lt;br /&gt;Puas ditempat Showroom Tobal Batik. Rombongan mempir ke Pasar Grosir Setono, ditempat itu langsung memborong pakaian. "Wah murah-murah ya...," kata Icha, salah satu rombongan yang ikut ke Pekalongan.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, ia banyak membeli pakaian, baik untuk dirinya sendiri, untuk oleh-oleh orang tuanya maupun untuk oleh-oleh kawannya di kantor."Kalau ini (baju batik,red) untuk saya sendiri guna aktivitas di kantor," ucapnya kepada Radar saat mendampinginya di Pasar Grosir Setono.&lt;br /&gt;Capek di Pasar Grosir Setono, rombongan mampir di Rumah Makan Puas. Ditempat itu, rombongan menikmati nasi kebuli, sate, nasi megono. "Wah enaknya. Tambah satu porsi lagi dong Mbak," ucap Arifin dan Wawan Setiawan, rombongan dari Radar Tegal.&lt;br /&gt;Usai menikmati hidangan, rombongan langsung puas. Karena sangat menikmati kunjungan di Kota Pekalongan. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-6141957565758313422?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/6141957565758313422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/dari-kunjungan-mitra-radar-pekalongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6141957565758313422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6141957565758313422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/07/dari-kunjungan-mitra-radar-pekalongan.html' title='Dari Kunjungan Mitra Radar Pekalongan dan Radar Tegal dari Jakarta di Kota Pekalongan.'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-3077464537508518238</id><published>2009-06-07T06:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T06:17:22.239-07:00</updated><title type='text'>Batik Dapat Pengakuan UNSECO</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; UPAYA mengusulkan kepada UNESCO agar batik dijadikan sebagai warisan budaya dunia melalui proses panjang dan rumit. Karena harus memenuhi persyaratan dari badan dunia tersebut , di antaranya menyiapkan naskah akademik tentang batik memiliki masyarakat pecinta batik dan pemerintah mendukung usulan tersebut.Batik Indonesia yang diusulkan tersebut bukan motifnya melainkan nilai estetikanya yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh sebagian masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa terutama di Pekalongan.Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya UNESCO bulan Oktober mendatang akan menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia, pemerintah dan masyarakat Indonesia harus bertanggungjawab untuk menjaga pelestarian dan keaslian karya budaya tersebut .Tentu saja kabar ini di sambut gembira oleh seluruh semua stekholder yang mengusung usulan batik sebagai warisan budaya dunia, seperti halnya yang diungkapkan Fathiyah A.Kadir Ketua Paguyuban Pecinta Batik ini merupakan kemenangan bagi Indoensia. “Ini menbanggakan karena kerja kera kita bersama, terutama pemerintah tidak sia-sia,” katanya.Selain Fathiyah, perajin batik juga menyambut suka cita hal ini, sebagaimana diungkapkan Rusdiyanto perajin Batik di kelurahan Banyurip Alit, sebab masyarakat dunia akan lebih mengenal batik.  “Pengukuhan ini menjadi motivasi kita untuk lebih mengembangkan batik,” katanya. Menanggapi rancana dikukuhkanya batik sebagai warisan budaya dunia Wakil walikota Pekalongan H Abu Almafachir mengatakan, sudah sepantasnya batik ini di kukuhkan menjadi budaya Indonesia rencananya pengukuhan ini dilakukan di antara bulan September-Oktober. Diakuinya, batik sebagai warisan Indonesia, paling tidak membuktikan bahwa klaim batik oleh Malaysia tidak berpengaruh, menurut Abu Almafachir batik Malaysia berbeda dengan batik Indonesia dan batik Malaysia belum memenuhi unsur-unsur batik. “Meski mendapat pengakuan Unesco, tentu batik juga mendapatkan tantangan dengan larangan import batik Indonesia oleh Malaysia dan produk tekstil bermotif batik dari China,” katanya.Meskipun pihak asing mencoba merebut dan mencontoh Indonesia, namun kata wakil walikota dari pengalaman pribadi Iming-iming pengusaha Malaysia tidak mengoyahkannya.Dengan berbagai cobaan yang mendera pembatik Pekalongan, dengan adanya pengukuhan ini memang diharapkan akan membantu pengusaha batik yang mengekspor produksinya. Untuk menjaga pelestarian batik sebagai karya cipta budaya Ketua Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan Fathiyyah A.Kadir mengharap seluruh komponen warga kota Pekalongan untuk mempertahankan budaya diperlukan kekuatan ekonomi untuk mendukungnya. penetapan warisan budaya dunia dari UNESCO tersebut memiliki keuntungan yaitu masyarakat dunia akan mendukung warisan budaya tersebut.Namun, sebaliknya jika masyarakat tidak bertanggungjawab dan membiarkan kelestarian warisan budaya itu terancam maka dampaknya UNESCO dapat mencabut ketetapan sebagai warisan budaya dunia, tentu ini menjadi tantangan bagi kita yang tinggal di kota batik dunia. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-3077464537508518238?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/3077464537508518238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/06/batik-dapat-pengakuan-unseco.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3077464537508518238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3077464537508518238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/06/batik-dapat-pengakuan-unseco.html' title='Batik Dapat Pengakuan UNSECO'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-3898044690554931199</id><published>2009-05-04T05:55:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T05:58:49.338-07:00</updated><title type='text'>Selama Ekspo, Batik Terjual Rp 1,47 M</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Sf7mf3tqeKI/AAAAAAAAAE4/JwgV6YKWkDY/s1600-h/Foto+A+yang+asli.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331952444059056290" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Sf7mf3tqeKI/AAAAAAAAAE4/JwgV6YKWkDY/s200/Foto+A+yang+asli.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Sf7mMur8nLI/AAAAAAAAAEw/QbWUIRLCYew/s1600-h/Foto+Jangkar+yang+benar.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;PEKAN Batik Internasional (PBI) ke-2 tahun 2009 di GOR Jetayu, resmi ditutup, Minggu (3/5) sore. Selama ekspo dari tanggal 29 April sampai 3 Mei 2009, transaksi batik mencapai Rp 1,47 miliar.Hal itu diakui ketua panitia PBI, Drs Arie Putranto MM. “Apresiasi terhadap acara PBI sangat luar biasa. Terbukti, transaksi batik hanya dalam waktu beberapa hari mencapai Rp 1,47 miliar,” katanya seraya menjelaskan jumlah itu belum termasuk transaksi pesanan atau order. Belum lagi penjualan pameran buku murah. Tercatat di panitia, selama pameran ratusan buku senilai Rp 782 juta terjual. “Dengan jumlah buku yang terjual bisa kita simpulkan peminat baca di Kota Pekalongan luar biasa. Dan ini perlu ditindaklanjuti,” ungkapnya seraya menjelaskan untuk transaksi kuliner sendiri selama ekspo mencapai kuliner 240 juta.Dijelaskan Arie, dengan suksesnya penyelenggaraan PBI bisa mengangkat citra Kota Pekalongan yang sudah dikenal sebagai kota batik. “Tujuan PBI sendiri untuk mengangkat citra batik sebagai warisan budaya. Batik juga bisa menjadi nafas ekonomi di Kota Pekalongan. Dan lebih penting lagi, dengan adanya PBI lebih meningkat ekonomi batik kita,” ujarnya.Diungkapkan Arie, saat ini PBI sudah menjadi agenda dua tahunan. “Ke depan, PBI akan terus dilaksanakan 2 tahun sekali yang bersifat Internasional. PBI akan digelar tiap tahun ganjil, dan tentunya akan ada Internasional,” tuturnya.Selain PBI yang bersifat Internasional, Kota Pekalongan juga berencana akan membuat pameran batik regional yang bersifat nasional. “Saat ini yang kami (panitia) lakukan adalah mengevaluasi kegiatan PBI sekarang,” imbuhnya.Sebelumnya, Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dr. Mari Elka Pangestu yang membuka PBI juga mengatakan, tema PBI yang diambil mempunyai makna yang dalam, yaitu bagaimana batik dapat dikenal oleh dunia. “Dan kita bangga dengan hasil karya kita sendiri,” ucapnya.Dia juga berusaha untuk dapat membantu memberikan kemudahan dalam menerbitkan hak paten bagi para pengrajin batik, serta membantu meningkatkan pemasaran produsen batik di Jawa Tengah di tingkat Internasional. Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Drs. Sriyadi, MSi yang mewakili Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya mengatakan, selama lebih dari 200 tahun, perkembangan batik di Jawa Tengah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika masyarakat dan perekonomian daerah. “Namun demikian beberapa tahun terakhir ini, batik menunjukkan kejayaannya berkat kegigihan pihak-pihak terkait dan para produsen dalam melestarikan warisan luhur nenek moyang kita. Upaya-upaya yang dilakukan antara lain melalui: pameran dalam skala lokal, regional, nasional dan internasional, pendampingan dan pemberian bantuan modal kepada UMKM/IKM/ dan klaster pengrajin batik, penerbitan surat edaran tentang kewajiban pemakaian batik bagi siswasiswa dan PNS pada hari-hari tertentu,” jelasnya.Gubernur berharap kegiatan ini dapat membantu mempromosikan produk batik Jawa Tengah yang berkualitas ke pasar global. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa Jawa Tengah masih menjadi ikon penghasil batik yang diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun internasional. “Oleh karena itu, saya minta kesempatan ini tidak di sia-siakan begitu saja, tetapi hendaknya menjadi motivator bagi semua pihak terkait untuk tetap mengembangkan kreatifitas dan inovasi serta kualitas produk batik Pekalongan pada khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya, sehingga prospek industri batik Jawa Tengah menjadi lebih baik,” paparnya. (*)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-3898044690554931199?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/3898044690554931199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/selama-ekspo-batik-terjual-rp-147-m.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3898044690554931199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3898044690554931199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/selama-ekspo-batik-terjual-rp-147-m.html' title='Selama Ekspo, Batik Terjual Rp 1,47 M'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Sf7mf3tqeKI/AAAAAAAAAE4/JwgV6YKWkDY/s72-c/Foto+A+yang+asli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-2622205786637201222</id><published>2009-05-01T06:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T06:05:21.916-07:00</updated><title type='text'>Batik dari Bahan Kertas Plastik</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfrziGGRWiI/AAAAAAAAAEo/6otM428yKdE/s1600-h/Foto+Kirian+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330840876024420898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfrziGGRWiI/AAAAAAAAAEo/6otM428yKdE/s400/Foto+Kirian+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;SETELAH sukses mempopulerkan batik jens. Kali ini seniman batik Pekalongan, Harris Riyadi meluncurkan karya terbarunya berupa batik dari bahan kertas plastik.Pria berkumis tebal yang ditemui di arena Pekan Batik Internasional (PBI) menjelaskan, batik bagi orang Pekalongan tidak bisa lepas dari kreativitas. "Makanya dalam PBI ke-2 ini, saya memamerkan batik dari bahan kertas plastik," ucapnya.Batik kertas plastik ini dipamerkan dalam PBI berbentuk box tempat cindera mata dan sandal, proses pembuatannya juga tidak ada unsur printing dan lukisnya. "Moment ini bagus dan harus dimanfaatkan, karena momen ini bisa menjadi kiblat batik kontemporer Indonesia," ujarnya.Haris juga menambahkan, penemuan media baru untuk membatik ini juga untuk kepentingan generasi berikutnya, mereka harus tahu bahwa batik mepunyai sejarah panjang, tentunya sesuai dengan tingkat kreativitas senimannya. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-2622205786637201222?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/2622205786637201222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/batik-dari-bahan-kertas-plastik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2622205786637201222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2622205786637201222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/batik-dari-bahan-kertas-plastik.html' title='Batik dari Bahan Kertas Plastik'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfrziGGRWiI/AAAAAAAAAEo/6otM428yKdE/s72-c/Foto+Kirian+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-619931398474003600</id><published>2009-05-01T05:58:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T06:01:31.682-07:00</updated><title type='text'>Pamerkan Sajadah Batik, dan Batik Motif Gradasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfrynEgYEGI/AAAAAAAAAEg/JjuPG9TXxKs/s1600-h/Foto+A.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330839861984759906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfrynEgYEGI/AAAAAAAAAEg/JjuPG9TXxKs/s400/Foto+A.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;IKUT memeriahkan ajang Pekan Batik Internasional (PBI) selama seminggu di Kawasan Jalan Jeyatu, Paguyuban Pengrajin Batik Kota Pekalongan memamerkan produk unggulannya di sebelah selatan GOR Jetayu.Diantara yang dipamerkan adalah baju hem batik dengan berbagai motif, kain batik, sajadah batik tulis dari bahan mori sutra, serta batik dengan motif gradasi.&lt;br /&gt;Meski dijual dalam event PBI, namun harga batik yang dijual Paguyuban Pengrajin Batik Kota Pekalongan tidak terlalu mahal.&lt;br /&gt;Penjaga stand, Subhi Subekti Fatah mengatakan, PBI memiliki peranan penting dalam mempromosikan batik kepada masyarakat global. "Karena tidak ada perusahaan batik yang mampu bertahan bila perusahaan tersebut tidak mampu memasarkan atau menjual barang-barang yang dihasilkan," ucapnya.&lt;br /&gt;Makanya dalam PBI ini, lanjut Uki Fatah-sapaan akrabnya, dirinya bersama peguyuban batik Pekalongan memanfaatkan kesempatan emas untuk menjual produk-produk unggulan. "Alhamdulilah, sudah ada yang laku," ujarnya.&lt;br /&gt;Campur tangan pemerintah dalam bidang promosi maupun sebagai fasilitator pengembangan batik, kata Uki Fatah, dinilai sangat tepat dalam usaha mempertahankan dan meningkatkan pembelian batik ditingkat konsumen, sehingga cita-cita untuk menduniakan Pekalongan melalui Batik maupun produk-produk yang berkaitan dengan usaha perbatikan dapat terlaksana ditengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif. "Kita berharap Kota Pekalongan menjadi kota yang benar-benar tetap hidup dan berkembang di tengah gejolak krisis." (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-619931398474003600?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/619931398474003600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/pamerkan-sajadah-batik-dan-batik-motif.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/619931398474003600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/619931398474003600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/pamerkan-sajadah-batik-dan-batik-motif.html' title='Pamerkan Sajadah Batik, dan Batik Motif Gradasi'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfrynEgYEGI/AAAAAAAAAEg/JjuPG9TXxKs/s72-c/Foto+A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-9200342376039989443</id><published>2009-05-01T05:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T05:57:37.929-07:00</updated><title type='text'>Kompor Canggih Solusi Konversi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Sfrxsj8KgeI/AAAAAAAAAEY/naZPHyRHzo8/s1600-h/Kampung+Batik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330838856810529250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Sfrxsj8KgeI/AAAAAAAAAEY/naZPHyRHzo8/s320/Kampung+Batik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;TAK lama lagi di Kota Pekalongan akan diberlakukan konversi (peralihan) dari minyak tanah ke gas. Akibatnya minyak tanah (mitan) akan semakin langka keberadaannya. Hal inilah yang dicemaskan banyak pihak, terutama para perajin batik atau sejenisnya.&lt;br /&gt;Mengapa? karena produktivitas mereka sangat bergantung pada mitan. Namun kini warga Kota Pekalongan tak perlu risau. Pasalnya kini telah ditemukan sebuah kompor canggih, yakni kompor Bio Ethanol yang bahan bakarnya dibuat dari singkong beracun atau singkong genderuwo.Selain singkong, Bio Ethanol juga bisa dibuat dari tetes tebu, biji jarak, bahkan kulit pisang atau bonggol jagung dan nanas. Hal ini seperti yang diungkapkan Irawan, koordinator kompor Bio Ethanol saat ditemui Radar di GOR Jetayu tempat dilangsungkannya acara Pekan Batik Internasional (PBI). "Cara membuat bahan bakarnya sangat mudah dan ramah lingkungan. Tinggal saya ajari sebentar, bisa dipraktikan langsung di rumah," terangnya.Kompor inilah yang bisa dijadikan alternatif pilihan dalam menghadapi konversi beberpa bulan ke depan. Sehingga para perajin batik tak perlu was-was lagi dalam menghadapinya. "Bukan hanya untuk membatik, kompor ini juga bisa digunakan sebagaimana kompor biasa seperti untuk kebutuhan memasak," terangnya.Hal ini disambut baik oeh Ella, Sekertaris Kampoeng Batik Kauman. Dirinya bahkan siap menjadi agen resmi kompor Bio Ethanol tersebut. "Saya langsung beli dan akan mencobanya di rumah. Saya juga siap menjadi agen untuk mendistribusikan kompor ramah lingkungan ini di Pekalongan," tandasnya. (*) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-9200342376039989443?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/9200342376039989443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/kompor-canggih-solusi-konversi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/9200342376039989443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/9200342376039989443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/kompor-canggih-solusi-konversi.html' title='Kompor Canggih Solusi Konversi'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Sfrxsj8KgeI/AAAAAAAAAEY/naZPHyRHzo8/s72-c/Kampung+Batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-1290227973786191932</id><published>2009-05-01T05:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T05:50:41.997-07:00</updated><title type='text'>Negara Besar Berbasis Kreativitas</title><content type='html'>PEMERINTAH harus lebih mengembangkan kreativitas sehingga perekonomian di Indonesia akan lebih maju. Hal itu juga dilakukan oleh negara-negara besar di dunia, yang menitikberatkan ke usaha kecil dengan treys mengembangkan kreativitas. Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono saat menjadi pembicara seminar Nasional Batik Nusantara dengan tema ‘Membuka peluang pasar ekspor batik nusantara melalui peningkatan keunggulan competitive di tengah krisis global’ di aula Setkot Pekalongan, kemarin.Diungkapkan pria kelahiran Pekalongan tersebut, salah satu bentuk kreativitas lokal adalah batik. “Sudah diakui di dunia, batik merupakan produk kreativitas bangsa Indonesia sejak dulu. Sekarang ini, batik terus berkembang. Kalau dulu hanya digunakan untuk pakaian bawahan wanita, sekarang sudah berkembang menjadi pakaian atas dengan berbagai model. Dan ini harus terus dikembangkan,” ucapnya seraya menjelaskan kunci pemasaran produk lokal adalah dalam negeri.Diakui Mantan Menteri Koperasi itu, selama ini usaha kecil terbentur dengan pembiayaan untuk produksi perdagangan. “Dan ini harus menjadi perhatian pemerintah dan perbankan untuk membantu kesulitan pendanaan dengan terus menggelontorkan bantuan dana ke usaha kecil, sehingga perekonomian di Indonesia semakin maju lagi,” paparnya.Sementara, Deputi Menteri Negara Bidang Pembiayaan, Agus Muharam yang juga menjadi pembicara dalam seminar tersebut lebih menyorioti kebijakan stimulus dan program pemerintah dalam rangka mengurangi dampak krisis keuangan global.Diakui Agus, krisis keuangan global diawal krisis keuangan di Amerika Serikat. “Ada beberapa hal yang mempengaruhi krisis keuangan global, di antaranya seperti besar kredit macet lembaga pembiayaan internasional membuatnya kekurangan likuiditas. Sementara krisis keuangan di Indonesia diikuti turunnya harga jual saham, turunnya nilai tukar rupiah, terjadi rasionalisasi di perusahaan, banyaknya pengangguran, dan turunnya daya beli masyarakat,” ucapnya.Sementara pengaruh krisis keuangan global pada industri batik adalah turunnya permintaan luar negeri maupun dalam negeri, masuknya produk dari China dan Malaysia serta adanya batik printing ikut menggusur batik tradisional.“Atas berbagai dampak krisis keuangan global stersebut, Presiden mengeluarkan 10 arahan. Di antaranya, semua kalangan  diminta tetap optimis dengan kebijakan yang tepat dan kerja keras akan dapat menumbuhnya perekonomian dan lain,” ucapnya. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-1290227973786191932?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/1290227973786191932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/negara-besar-berbasis-kreativitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/1290227973786191932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/1290227973786191932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/negara-besar-berbasis-kreativitas.html' title='Negara Besar Berbasis Kreativitas'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-3704408807966018280</id><published>2009-05-01T05:46:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T05:49:21.988-07:00</updated><title type='text'>Politeknik Pusmanu Pameran di PBI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfrvuwsJvWI/AAAAAAAAAEQ/ZhZT7WwKhYU/s1600-h/Foto+Politeknik+Pusmanu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330836695569513826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfrvuwsJvWI/AAAAAAAAAEQ/ZhZT7WwKhYU/s320/Foto+Politeknik+Pusmanu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;IKUT memeriahkan ajang Pekan Batik Internasional (PBI) ke-2 di Kawasan Jalan Jetayu Kota Pekalongan, Politeknik Batik Pusmanu memamerkan segala kelebihannya di event tersebut.&lt;br /&gt;Dalam pemeran di PBI, kampus pimpinan Drs Soni Hikmalul MSi menyuguhkan miniatur proses batik, memamerkan zat warna sintetis, zat warna alam, dan memperlihatkan enam canting ukuran dari terkecil sampai besar.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, juga dipamerkan buku-buku bertema batik. Bahkan khusus hari pembukaan PBI, Kamis (30/4) akan didemontrasikan cara mengecap batik.&lt;br /&gt;Direktur Politeknik Pusmanu, Drs Soni Hikmalul MSi mengatakan, pihaknya sengaja ikut pameran untuk mengenalkan kampus Politeknik Pusmanu kepada masyarakat Internasional. Karena satu-satunya perguruan tinggi yang membuka jurusan teknik batik."Satu-satunya PT yang membuka jurusan teknik batik adalah Politeknik Pusmanu Pekalongan," bebernya.&lt;br /&gt;Diterangkan, Politeknik Pusmanu Pekalongan menawarkan 3 program studi (prodi) unggulan. Pertama, prodi akuntansi perbankan syariah, program ini ditawarkan karena sekarang lagi dikembangkannnya sistem keuangan syariah di lembaga keuangan Indonesia dengan ditandai berdirinya Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah, BNT Syariah dan Pegadaian Syariah. "Makanya sangat dibutuhkan lulusan yang sangat menguasai materi mengelola keuangan dengan system syariah," ungkapanya.&lt;br /&gt;Prodi kedua adalah Teknik Batik. Batik ini dipilih karena mayoritas masyarakat Pekalongan bermata pencaharian sebagai perajin batik. Dari sektor batik ini, masyarakat Pekalongan mencari makan. Maka sudah seharusnya batik dilestarikan. Ditambah lagi, batik merupakan warisan leluhur.&lt;br /&gt;"Kondisi ini didukung dengan kebijkan Pemerintah yang terus mengembangkan batik Ini potensi besar bagi lulusan Prodi Teknik Batik," ungkapnya.&lt;br /&gt;Prodi lainnya adalah Manajemen Bisnis Internasional. Prodi ini dipilih, mengingat pengaruh globalisasi telah membuka sistem ekonomi dunia. Batas-batas teritorial sebuah negara sudah bukan halangan lagi untuk berinteraksi. Makanya, perlu disiapkan SDM yang berwawasan Internasional.&lt;br /&gt;"Proram ini sangat pas, bila anda mempunyai cita-cita ingin meningkatkan bisnisnya ke luar negari. Atau, mungkin ingin bekerja sebagai tenaga profesional di negara asing," beber Soni Hikmalul.&lt;br /&gt;Sedangkan Prodi terakhir, adalah Administrasi Kantor. Prodi ini, dipilih karena tuntutan zaman yang mengharuskan efisiensi dan roduktifitas dalam pengelolaan perkantoran disegala sektor, seperti Kantor Pemerintahan, Swasta, Kantor Binis ataupun non bisnis."Makanya program ini sangat dibutuhkan bagi yang mau menekuni dibidang administrasi kantor," pungkas Soni Hikmalul. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-3704408807966018280?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/3704408807966018280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/politeknik-pusmanu-pameran-di-pbi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3704408807966018280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3704408807966018280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/05/politeknik-pusmanu-pameran-di-pbi.html' title='Politeknik Pusmanu Pameran di PBI'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfrvuwsJvWI/AAAAAAAAAEQ/ZhZT7WwKhYU/s72-c/Foto+Politeknik+Pusmanu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-2103754976520803926</id><published>2009-04-27T06:45:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T06:50:24.058-07:00</updated><title type='text'>Museum Batik Koleksi Batik Berusia Ratusan Tahun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KEBERADAAN Museum Batik Indonesia yang terletak di Jalan Jatayu Kota Pekalongan, atau tepatnya menempati bekas Gedung Balaikota lama yang belum lama ini diresmikan oleh Presiden Susilo Barnbang Yudhoyono mempunyai berbagai ragam koleksi batik, mulai batik antik yang berusia ratusan tahun, hingga perpustakaan dan peta batik raksasa serta berbagai pernak pernik yang terkait dengan masalah batik.&lt;br /&gt;Batik yang merupakan karya adiluhung bangsa Indonesia yang akan diakui oleh UNESCO (ilmu pendidikan kebudayaan ) PBB sebagai "Indonesian Heritage" atau warisan budaya Indonesia. Eksis hingga kini tidak terlepas dari dinamika yang senantiasa terjadi pada berbagai aspek, baik aspek teknis, estetis, normatif, ikonografis maupun aspek fungsional dan ekonomis.&lt;br /&gt;Didalam Museum itu kita bisa melihat secara gamblang berbagai ragam batik. Ini tidak terlepas dari partisipasi para kolektor dan kurator batik yang menyumbangkan `simpananya' secara suka rela untuk museum. Ini tidak hanya dilakukan oleh kolektor tokoh-tokoh batik Pekalongan diantaranya seperti Hj Fatchiah putra empu kerajinan dan tenun Pekalongan H. Ridaka (A.Kadir), H. Dudung Alisyahbana, Romi Okta Birawa, H. Faturachman (Tukman), H. Fredy Wijaya serta beberapa tokoh batik lainnya.&lt;br /&gt;Sedangkan kolektor batik lainnya Ibu Minarsih Soedarpo, Chea Panggabean, Graziela S. Rapjanidewi, Nian Djoemena, Syarifah Nawawi, Unzelda A Learnona. Ibu R.A Soeiatoen Darmais, Roos Roesmali, Tumbu Ramelan, Maria Moerad maupun Yayasan Batik Indonesia.&lt;br /&gt;Tidak mengherankan jika ruang pamer cukup menarik dengan adanya koleksi batik-batik kuno yang mempunyai nilai sejarah. Disamping berbagai jenis batik dan berbagai daerah di Nusantara seperti jenis Cirebon, Lasem, Yogya, Solo, Pekalongan, Madura maupun batik luar Jawa lainya dengan corak dan ciri khas lainnya.&lt;br /&gt;Tak kalah menariknya Kreasi batiK yang dihasilkan warga Pekalongan yang penuh kreatifitas corak yang dipajang di ruang pamer museum. Disamping adanya peta batik raksasa yang dibuat oleh Rusdiyanto, SH asal Kradenan yang menggunakan 59 corak sebagaimana ciri khas batik daerah.&lt;br /&gt;Bahkan  peta batik ini dicatat MURI karena memecahkan rekor di Indonesia. Keberadaan Museum batik tidak hanya menampilkan display batik saja, tetapi juga dipajang alat-alat peraga pembuat batik baik canting, cap maupun tempat nglorot batik dan perlengkapannya hingga kompor dan wajan tempat malam untuk bahan membatik. Disisi lain juga dilengkapi ruang perpustakaan yang berisi ratusan buku mengenai perbatikan baik cetakan dalam maupun luar negeri. sehingga pengunjung bisa dengan mudah melihat sejarah perkembangan batik secara jelas. Bahkan kedepan Museum ini akan dilengkapi dengan sistem IT guna mendukung para pengusaha batik dalam proses eksport dan import serta menghak patenkan. (abdurrahman) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-2103754976520803926?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/2103754976520803926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/04/museum-batik-koleksi-batik-berusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2103754976520803926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2103754976520803926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/04/museum-batik-koleksi-batik-berusia.html' title='Museum Batik Koleksi Batik Berusia Ratusan Tahun'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-7865241296272337480</id><published>2009-04-27T06:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T06:43:12.238-07:00</updated><title type='text'>PBI, Dishubpar Siapkan Karnaval Batik</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfW2YAKzK0I/AAAAAAAAAEI/baY0R_w59PU/s1600-h/pekan+batik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329366257541262146" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfW2YAKzK0I/AAAAAAAAAEI/baY0R_w59PU/s320/pekan+batik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk memeriahkan Pekan Batik Internasional (PBI) 2 di Kota Pekalongan yang akan diselenggarakan pada 29 April hingga 3 Mei mendatang, Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) mempersiapkan kegiatan karnaval batik meliputi kendaraan hias dan parade busana batik.Dalam acara tersebut akan dihadiri wisatawan domestik juga akan dihadiri tamu manca negara.Kepala Bidang Pariwisata Dishubpar, Drs Doyo Budi Wibowo MM mengatakan, mendekati pelaksanaan PBI mendatang, pihaknya sekarang telah melakukan berbagai persiapan kegiatan agenda dua tahunan tersebut. "Pelaksanaan kegiatan ini sebenarnya dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop). Kami mempersiapkan berbagai event yang berkaitan dengan pariwisata, seperti karnaval," terang Doyok.Disebutkan, pada PBI ini, Event Organizer (EO) didatangkan dari Jakarta, mengingat kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pemerintah Pusat. "EO dipilih oleh pusat, mereka yang nantinya akan melakukan berbagai penataan acara di Kota Pekalongan," ujarnya.Event promosi batik akbar tersebut akan digelar secara meriah dengan berbagai agenda kegiatan pendukung, seperti work shop batik, fashion show dan beberapa pameran batik.Sementara, acara difokuskan di kawasan Jalan Jetayu yang merupakan lingkungan benda-benda cagar budaya.Lebih lanjut dijelaskan, pergelaran Pekan Batik Internasional (PBI) akan dibuka oleh menteri dan dihadiri tamu luar negeri. "Sekarang ini yang sudah ada konfirmasi dari kedutaan, ada empat negara akan hadir pada kegiatan ini, tapi kami belum jelas negara-negaranya," kata Doyo.Pihaknya berharap, dengan terselenggaranya agenda rutin dua tahun sekali PBI di Kota Batik, dapat lebih memopulerkan batik sebagai budaya Indonesia. Karena itu, pelaksanaan tahun ini mengambil tema batikku, batik kita, batik dunia. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-7865241296272337480?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/7865241296272337480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/04/pbi-dishubpar-siapkan-karnaval-batik_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/7865241296272337480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/7865241296272337480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/04/pbi-dishubpar-siapkan-karnaval-batik_27.html' title='PBI, Dishubpar Siapkan Karnaval Batik'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfW2YAKzK0I/AAAAAAAAAEI/baY0R_w59PU/s72-c/pekan+batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-3390347947954033002</id><published>2009-04-27T06:33:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T06:38:19.645-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfW1N1PP_kI/AAAAAAAAAEA/yX82yoRnx0E/s1600-h/Foto+A.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329364983296818754" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfW1N1PP_kI/AAAAAAAAAEA/yX82yoRnx0E/s320/Foto+A.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;UNTUK memeriahkan Pekan Batik Internasional (PBI) 2 di Kota Pekalongan yang akan diselenggarakan pada 29 April hingga 3 Mei mendatang, Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) mempersiapkan kegiatan karnaval batik meliputi kendaraan hias dan parade busana batik.Dalam acara tersebut akan dihadiri wisatawan domestik juga akan dihadiri tamu manca negara.Kepala Bidang Pariwisata Dishubpar, Drs Doyo Budi Wibowo MM mengatakan, mendekati pelaksanaan PBI mendatang, pihaknya sekarang telah melakukan berbagai persiapan kegiatan agenda dua tahunan tersebut. "Pelaksanaan kegiatan ini sebenarnya dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop). Kami mempersiapkan berbagai event yang berkaitan dengan pariwisata, seperti karnaval," terang Doyok.Disebutkan, pada PBI ini, Event Organizer (EO) didatangkan dari Jakarta, mengingat kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pemerintah Pusat. "EO dipilih oleh pusat, mereka yang nantinya akan melakukan berbagai penataan acara di Kota Pekalongan," ujarnya.Event promosi batik akbar tersebut akan digelar secara meriah dengan berbagai agenda kegiatan pendukung, seperti work shop batik, fashion show dan beberapa pameran batik.Sementara, acara difokuskan di kawasan Jalan Jetayu yang merupakan lingkungan benda-benda cagar budaya.Lebih lanjut dijelaskan, pergelaran Pekan Batik Internasional (PBI) akan dibuka oleh menteri dan dihadiri tamu luar negeri. "Sekarang ini yang sudah ada konfirmasi dari kedutaan, ada empat negara akan hadir pada kegiatan ini, tapi kami belum jelas negara-negaranya," kata Doyo.Pihaknya berharap, dengan terselenggaranya agenda rutin dua tahun sekali PBI di Kota Batik, dapat lebih memopulerkan batik sebagai budaya Indonesia. Karena itu, pelaksanaan tahun ini mengambil tema batikku, batik kita, batik dunia. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-3390347947954033002?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/3390347947954033002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/04/untuk-memeriahkan-pekan-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3390347947954033002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3390347947954033002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/04/untuk-memeriahkan-pekan-batik.html' title=''/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SfW1N1PP_kI/AAAAAAAAAEA/yX82yoRnx0E/s72-c/Foto+A.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-3117295793093471747</id><published>2009-04-27T06:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T06:33:38.042-07:00</updated><title type='text'>Pekan Batik Internasional Bakal Meriah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PELAKSANAAN Pekan Batik Internasional (PBI) 2 di Kota Pekalongan, kawasan Jalan Jetayu dipastikan bakal meriah dibanding PBI tahun lalu.&lt;br /&gt;Ini karena bakal dikunjungi tamu-tamu luar negeri, sebut saja dari Negara Peru, Myanmar, Nigeria dan Suriname. Bahkan dalam stand batik, negara yang sudah menyatakan menjadi peserta display batik dari Jepang dan Thailand. Sementara yang ikut expo dan menjual produknya dari Malaysia, Singapura, dan Philipina.Disamping itu, sebelas Pemerintah Provinsi dan dua belas Pemkab/Kota sudah menyatakan akan ikut expo batik. Belum ditambah peserta dari pengusaha batik Pekalongan sekitarnya,&lt;br /&gt;Ketua Panitia PBI, Drs Dwi Arie Putranto MM yang menggelar konfrensi pers membenarkan hal tersebut. "PBI akan meriah karena banyak negara yang ikut dalam PBI," terangnya.&lt;br /&gt;Tidak hanya terlihat dari peserta maupun pengunjung PBI yang membuat meriah, kata Pak Arie-sapaan akrabnya, dalam materi acara juga dibuat lebih meriah dan bernuansa Internasional. Diantaranya Gala Dinner, Fashion Show, Karnaval, dan Fashion on the Road. Serta juga forum bisnis, dan pentas seni."Bahkan dalam acara PBI, akan ada penobatan duta batik. Dalam hal ini dipilih Dani Dahlan, seorang putri Indonesia," lanjutnya.&lt;br /&gt;Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Drs Slamet Prihantono MM menambahkan, menjelang pelaksanaan PBI sudah mulai dilakukan penataan. Pihaknya juga tengah mempersiapkan pedagang yang akan mengisi kedai-kedai klasik dari bambu tersebut.&lt;br /&gt;Gapura yang telah dipasang di tambah kedai-kedai stand di pinggir jalan membuat aktivitas jalan terasa ramai. Kegiatan itu akan dilaksanakan sampai pada saat hari H, 29 April mendatang. Menurut Slamet Prihantono, untuk meramaikan PBI, pihaknya menyiapkan 70 stand bagi pedagang makanan dan suvenir di sekitar Jalan Jetayu. ”Semua pedagangnya sudah didata mulai dari Pekalongan sampai Pemalang. Jadi nanti kuliner khasnya ada soto, tauto, garang asem dan nasi grombyang Pemalang,” ungkapnya. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-3117295793093471747?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/3117295793093471747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/04/pekan-batik-internasional-bakal-meriah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3117295793093471747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3117295793093471747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/04/pekan-batik-internasional-bakal-meriah.html' title='Pekan Batik Internasional Bakal Meriah'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-5613822504906845744</id><published>2009-04-26T06:36:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T08:53:30.864-07:00</updated><title type='text'>PBI, Dishubpar Siapkan Karnaval Batik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Untuk memeriahkan Pekan Batik Internasional (PBI) 2 di Kota Pekalongan yang akan diselenggarakan pada 29 April hingga 3 Mei mendatang, Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) mempersiapkan kegiatan karnaval batik meliputi kendaraan hias dan parade busana batik.Dalam acara tersebut akan dihadiri wisatawan domestik juga akan dihadiri tamu manca negara.Kepala Bidang Pariwisata Dishubpar, Drs Doyo Budi Wibowo MM mengatakan, mendekati pelaksanaan PBI mendatang, pihaknya sekarang telah melakukan berbagai persiapan kegiatan agenda dua tahunan tersebut. "Pelaksanaan kegiatan ini sebenarnya dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop). Kami mempersiapkan berbagai event yang berkaitan dengan pariwisata, seperti karnaval," terang Doyok.Disebutkan, pada PBI ini, Event Organizer (EO) didatangkan dari Jakarta, mengingat kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pemerintah Pusat. "EO dipilih oleh pusat, mereka yang nantinya akan melakukan berbagai penataan acara di Kota Pekalongan," ujarnya.Event promosi batik akbar tersebut akan digelar secara meriah dengan berbagai agenda kegiatan pendukung, seperti work shop batik, fashion show dan beberapa pameran batik.Sementara, acara difokuskan di kawasan Jalan Jetayu yang merupakan lingkungan benda-benda cagar budaya.Lebih lanjut dijelaskan, pergelaran Pekan Batik Internasional (PBI) akan dibuka oleh menteri dan dihadiri tamu luar negeri. "Sekarang ini yang sudah ada konfirmasi dari kedutaan, ada empat negara akan hadir pada kegiatan ini, tapi kami belum jelas negara-negaranya," kata Doyo.Pihaknya berharap, dengan terselenggaranya agenda rutin dua tahun sekali PBI di Kota Batik, dapat lebih memopulerkan batik sebagai budaya Indonesia. Karena itu, pelaksanaan tahun ini mengambil tema batikku, batik kita, batik dunia. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-5613822504906845744?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/5613822504906845744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/04/pbi-dishubpar-siapkan-karnaval-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/5613822504906845744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/5613822504906845744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/04/pbi-dishubpar-siapkan-karnaval-batik.html' title='PBI, Dishubpar Siapkan Karnaval Batik'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-2489280127265361666</id><published>2009-03-03T05:27:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T05:50:40.209-08:00</updated><title type='text'>Usaha yang Sudah Turun-Temurun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;INDUSTRI kerajinan kulit di Desa Masin Kecamatan Warungasem, ternyata usaha yang sudah turun-temurun. Menurut Kasie Pemerintahan Desa Masin, Casiro bahwa industri kerajinan kulit di desanya sudah ada sekitar tahun 60-an."Keahlian para perajinnya merupakan warisan turun temurun," ucapnya.&lt;br /&gt;Produk dari kerajinan kulit, terang Casiro, berupa ikat pinggang, dompet, serta produk lainnya. Komoditi produknya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal, juga ke daerah lain.&lt;br /&gt;Diantara upaya pemerintah untuk mengembangkan sentra industri kerajinan kulit ini dengan mengikutkan karya ke pameran-pameran. "Dibandingkan produk kerajinan kulit dari daerah lain, produk dari Desa Masin kualitas dan mutunya lebih baik. Karena proses penyamakannya halus," kata Casiro.&lt;br /&gt;Edi, salah satu perajin kulit berlabel 'Putra Room' yang menempati kios di Jalan Raya Masin, menuturkan keahliannya membuat kerajinan kulit didapatnya dari orangtua. Proses pembuatan komoditi ini sangat sederhana.&lt;br /&gt;Ikat pinggang misalnya, diawali dengan pemotongan, pengecatan, pembuatan ukiran, jahit, terakhir pemasangan gesper. Satu lembar kulit bisa menghasilkan ikat pinggang sekitar 12 buah. Sisa-sisa kulit tidak lantas dibuang. "Kita buat dompet," ujar Edi.  Bahan baku kulit ia beli dari penyamak Rp 50 ribu per kilo. "Yah kita bisa ambil untuk setengahnya lah," ujar Edi. &lt;br /&gt;Dalam satu bulan, sedikitnya Edi mampu menerima pesanan pembuatan ikat pinggang sebanyak 200-300 buah. Sejauh ini Edi masih memproduksi sebatas pesanan. Edi mengaku tidak berani menyuplai kerajinan kulit dalam jumlah besar karena harus bersaing dengan produk imitasi yang marak beredar di pasaran. Hal ini pula yang membuatnya khawatir akan kerajinan kulit di masa mendatang.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana soal harga? Kerajinan kulit Masin ditawarkan dengan harga terjangkau. Untuk sabuk wanita ditawarkan mulai Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu, dompet pria Rp 25 ribu, dompet wanita Rp 40 ribu, sedangkan jacket kulit mencapai ratusan ribu rupiah.&lt;br /&gt;Sekedar informasi, Desa Masin terletak 8 kilometer dari jalur pantura Semarang-Surabaya. Lokasi ini bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi massal sejenis angkudes jurusan Pekalongan-Warungasem-Bandar dengan tarif Rp 2 ribu per orang.&lt;br /&gt;Desa seluas 75 ribu hektar ini menjadi salah lokasi andalan pemerintah Kabupaten Batang karena kerajinan kulitnya. Perkembangan industri kerajinan kulit ini juga tidak terlepas dari dukungan industri penyamakan kulit sebagai penyuplai bahan baku.&lt;br /&gt;Data Pemerintah Kabupaten Batang menyebutkan di desa berpenduduk sekitar 3 ribu jiwa ini terdapat 16 unit usaha dan total produksi 1,254 juta buah per tahun. Para perajin penyamakan kulit ini tergabung dalam Koperasi PKM (Penyamak Kulit Masin). Produk yang dihasilkan perajin antara lain sepatu, sandal, dompet, tas, ikat pinggang dan jacket. Yang menarik, kerajinan kulit Masin terdapat ukiran-ukiran berbagai motif. (*)    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-2489280127265361666?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/2489280127265361666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/03/usaha-yang-sudah-turun-temurun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2489280127265361666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2489280127265361666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/03/usaha-yang-sudah-turun-temurun.html' title='Usaha yang Sudah Turun-Temurun'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-8756903817474346296</id><published>2009-03-03T05:21:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T05:24:17.340-08:00</updated><title type='text'>Perajin Batik Pabean Bangkit</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Sa0vb64vClI/AAAAAAAAAD4/bZWRzSeoDpo/s1600-h/batik.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308951692449876562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Sa0vb64vClI/AAAAAAAAAD4/bZWRzSeoDpo/s320/batik.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;CERAHNYA cuaca di Kota Pekalongan diikuti pula cerahnya hati para perajin batik di Kelurahan Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara. Aktivitas perajin batik di sana mulai bangkit.&lt;br /&gt;Mengingat sebelumnya, para perajin batik tidak bisa membuat batik karena cuaca selau mendung. Terlebih di daerah tersebut meruapakan daerah rawan banjir dengan tingkat keparahan cukup tinggi. "Sudah seminggu kami mulai membatik. Ya bahagia mas, sudah mulai cerah cuacanya. Jadi bisa langsung menjemur batik," ungkap Sumrotun, salah seorang perajin yang memiliki 20 karyawan ini. Dijelaskan, aktivitasnya sempat lumpuh selama 5 bulan saat daerah tersebut terus menerus diguyur hujan. "Ya...iya kalau nggak ada matahari kita ngenes (sedih-red). Sudah lima bulan kami nganggur karena gak ada matahari," terangnya.&lt;br /&gt;Hal senada juga dikatakan H Nasir, Ketua Paguyuban Batik Pabean. Saat ini ratusan buruh batik sudah kembali bekerja seperti semula. Di daerahnya terdapat sebanyak 75 perajin batik. Bisa dibayangkan berapa banyak tenaga kerja yang kembali mendapat pekerjaannya setelah sekian lama berdiam diri di rumah. "Rata-rata setiap buruh batik digaji Rp 10.000 per hari. Jadi dengan cerahnya cuaca, bukan hanya aktivitasnya saja yang pulih, tetapi juga perputaran uang kembali bergulir," tandasnya.Mereka mengharapkan cuaca seperti ini bisa berlangsung terus-menerus. Sehingga warga Pabean tetap memiliki penghasilan setiap harinya. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-8756903817474346296?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/8756903817474346296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/03/perajin-batik-pabean-bangkit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/8756903817474346296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/8756903817474346296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/03/perajin-batik-pabean-bangkit.html' title='Perajin Batik Pabean Bangkit'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/Sa0vb64vClI/AAAAAAAAAD4/bZWRzSeoDpo/s72-c/batik.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-5087370780687554598</id><published>2009-02-25T05:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T05:22:06.645-08:00</updated><title type='text'>Batik Asti Diambil dari Ashadi dan Tutik</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SaVF6FZ-TSI/AAAAAAAAADo/u_I8yNaaB9E/s1600-h/Batik+Asti.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306724600111844642" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SaVF6FZ-TSI/AAAAAAAAADo/u_I8yNaaB9E/s320/Batik+Asti.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;BATIK ASTI yang beralamat di Pesindon III/5 A, mungkin sebagian masyarakat Pekalongan sudah mengenalnya. Namun, apa arti 'Asti' dan latar belakang hingga dinamakan Batik Asti. Mungkin internal keluarga dari produsen Batik Asti saja yang mengetahui.&lt;br /&gt;Ketika pemilik Batik Asti, Tutik Susetiowaty dihubungi Radar, Selasa (23/9) mengatakan, Asti diambil dari nama suaminya Ashadi, dan dirinya. "Jadi, kalau Ashadi digabung dengan Tutik disingkat menjadi Asti," ucapnya tersenyum.&lt;br /&gt;Usaha batiknya diberi nama Batik Asti, kata Bu Tutik-sapaan akrabnya, karena usaha memproduksi batik dirintis bersama-sama dengan suaminya. "Setelah saya nikah, saya bersama suami memproduksi batik sampai sekarang," kenangnya.&lt;br /&gt;Namun mengenai seluk-beluk batik, Bu Tutik mengaku sudah mengenal sejak kecil. Itu karena orang tuanya adalah pengusaha batik juga. Sehingga batik, baginya bukan hal baru. Bahkan batik, bagi Tutik sudah 'mendarah daging'. Sebab dirinya dinafkahi dari usaha batik.&lt;br /&gt;Bu Tutik mengakui, bila modal awal yang dipakai untuk memproduksi batik berasal dari bantuan orang tuanya. Dari sedikit demi sedikit, akhirnya menjadi besar seperti saat ini. "Alhamdulilah Mas (hingga usaha besar)," jawabnya.&lt;br /&gt;Untuk menjadi yang sekarang ini, Bu Tutik mengaku tidak mudah. Meskipun orang tuanya adalah pengusaha batik, dan orang tua dari suami juga seorang pengusaha batik. Namun usaha yang dirintis bersama suaminya dikerjakan berdua. "Jadi susah senang kami lakukan bersama," ungkapnya.**'Dibabarkan' Orang Lain**&lt;br /&gt;Bu Tutik menjelaskan, kalau awal-awal usaha batik, semuanya dikerjakan olehnya dan suami. Seiring dengan perjalanan waktu, kini untuk proses produksi batik dibabarkan (dikerjakan) orang lain. Namun untuk penjahitan menjadi baju batik ditangani sendiri. "Saya punya tukang menjahit. Jadi mereka yang menjahit."&lt;br /&gt;Meski proses produksi batik dikerjakan orang lain, lanjut Bu Tutik, namun dirinya tidak bisa dibohongi mengenai kualitas kain batik. "Karena saya sejak kecil sudah berurusan dengan batik. Jadi memahami kualitas batik," ungkapnya.&lt;br /&gt;Ditanya soal unggulan Batik Asti? Bu Tutik menyebut, bila unggulannya adalah hem batik. Kendati yang lain juga termasuk unggulan, seperti blus, dan selendang.&lt;br /&gt;Soal harga? Bu Tutik menyebut, tergantung dari bahan yang dipakai, serta kerumitan dalam memproduksi batik. "Tentu kalau bahannya katun lebih murah bila dibandingkan dengan sutra. Kalau sutra lebih mahal," tukasnya.&lt;br /&gt;Sedangkan mengenai pemasarannya? Bu Tutik mengaku menjual produk batiknya di Grosir Setono, Grosir Pantura, dan memasok produk di Semarang dan di Jakarta. "Selain menjual produk secara eceran di grosir, juga memasok produk batik di Semarang dan di Jakarta," tutur Bu Tutik mengakhiri pembicaraan. (Abdurrahman)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-5087370780687554598?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/5087370780687554598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/batik-asti-diambil-dari-ashadi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/5087370780687554598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/5087370780687554598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/batik-asti-diambil-dari-ashadi-dan.html' title='Batik Asti Diambil dari Ashadi dan Tutik'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SaVF6FZ-TSI/AAAAAAAAADo/u_I8yNaaB9E/s72-c/Batik+Asti.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-834073311872657045</id><published>2009-02-25T05:14:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T05:15:13.501-08:00</updated><title type='text'>Konversi Gas Diundur, Pemkot Upayakan Mitan Lancar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kelangkaan minyak tanah (mitan) yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Pekalongan tidak hanya meresahkan warga, namun juga menghambat produksi batik pada perajin batik baik dalam produksi skala besar maupun kecil.Meski kini pasokan mitan sudah berjalan normal, namun untuk mengantisipasi kelangkaan terulang kembali, Pemkot Pekalongan menghimbau kepada para perajin batik skala kecil agar mendaftarkan usahanya tersebut ke Kantor Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindakop) dengan tujuan untuk mendapatkan jatah mitan. Antisipasi ini menyusul beredarnya kabar jika konversi dari mitan ke gas akan diundur. Pernyataan ini diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, H. Abu Almafachir, kemarin.Menurutnya, konversi gas yang akan dilakukan mulai Mei mendatang dirasa belum matang. Sebab hingga saat ini belum satupun SPBE yang didirikan. Sedangkan sosialisasi untuk konversi gas akan dilakukan Maret sampai April nanti. Almafachir mengungkapkan saat ini ada ribuan perajin batik skala kecil yang ada di Pekalongan. "Dari ribuan perajin batik, terhitung hanya 616 perajin saja yang baru terdaftar di Disperindakop," ujarnya.Lebih lanjut Almafachir mengatakan, himbauan ini dikhususkan bagi perajin batik yang usahanya tergolong kecil. "Kami fokus pada perajin batik kecil-kecilan," imbuhnya.Untuk itu Ia meminta kepada pihak Disperindakop agar menurunkan petugas ke perkampungan untuk mendata perajin batik dengan usaha skala kecil. (*)&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-834073311872657045?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/834073311872657045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/konversi-gas-diundur-pemkot-upayakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/834073311872657045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/834073311872657045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/konversi-gas-diundur-pemkot-upayakan.html' title='Konversi Gas Diundur, Pemkot Upayakan Mitan Lancar'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-3562088193716979740</id><published>2009-02-20T05:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T05:24:13.505-08:00</updated><title type='text'>Kreasi Helm Batik</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZ6u2usSLvI/AAAAAAAAADY/zypwyc5kHWw/s1600-h/Helm+Batik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304869666358963954" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZ6u2usSLvI/AAAAAAAAADY/zypwyc5kHWw/s400/Helm+Batik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;TAUFIK TAROJI, warga Banyurip Alit Kecamatan Pekalongan Selatan, tak kehabisan ide untuk&lt;br /&gt;mengkreasikan motif batik dipadukan dengan helm. Setelah sekitar September tahun lalu, kenaikan harga kain mori melanda perajin batik di Kota&lt;br /&gt;Pekalongan, pria yang sehari-hari pernah bekerja sebagai buruh batik ini merasa prihatin atas&lt;br /&gt;kondisi tersebut. Pasalnya, melambungnya harga mori dipasaran membuat para pengrajin batik&lt;br /&gt;terpaksa mengurangi produksi pembuatan batik. Bahkan ada bos batik yang merumahkan buruhnya.Asal muasal terciptanya helm batik ini bermula saat dirinya 'wedangan' di warung dekat rumahnya.&lt;br /&gt;"Waktu itu saya bilang daripada nganggur nggak mbatik mendingan mbatik di helm saja. Sejak itu saya mulai mempraktekkannya," terangnya. Untuk memproduksi helm batik, Taroji membeli helm dengan kondisi BS dan kemudian helm-helm tersebut diamplas dan dilukis motif batik. Kini dalam satu hari Ia bisa menghasilkan dua buah karya helm batik yang Ia jual dengan harga tujuh puluh lima ribu rupiah per helm. "Terus terang untuk saat ini saya kekurangan modal dan selain itu saya juga kesulitan dalam memasarkannya." terangnya.Ia berharap ke depan akan ada bantuan dari pihak pemkot atas usaha helm batiknya tersebut. (*) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-3562088193716979740?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/3562088193716979740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/warga-bogor-dilatih-manfaatkan-limbah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3562088193716979740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3562088193716979740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/warga-bogor-dilatih-manfaatkan-limbah.html' title='Kreasi Helm Batik'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZ6u2usSLvI/AAAAAAAAADY/zypwyc5kHWw/s72-c/Helm+Batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-2897912738864923302</id><published>2009-02-15T05:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T06:07:21.729-08:00</updated><title type='text'>Lestarikan Batik Dengan Pendidikan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZghg-UJK0I/AAAAAAAAADQ/w4muj8Bxqv4/s1600-h/Kanan-+Unesco+JADI+fOTO+A.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303025411595774786" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 266px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZghg-UJK0I/AAAAAAAAADQ/w4muj8Bxqv4/s400/Kanan-+Unesco+JADI+fOTO+A.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZgd531htyI/AAAAAAAAADI/qEQ3dOgQ5BY/s1600-h/Kanan-+Unesco+JADI+fOTO+A.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;PEKALONGAN – Hari Sabtu (14/2) bertempat di Museum Batik Pekalongan diselenggarakan pertemuan pembahasan mengenai Pendidikan dan Pelatihan (Best Practice) Budaya Batik. Acara yang mengundang seorang narasumber yang sekaligus pakar budaya batik, Gaura Mancacarita Dipura, ini dibuka dengan sambutan dari Wali Kota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad. Selain itu, acara yang dilaksanakan dalam rangka persiapan penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Best Practice) Budaya Batik Bagi Anak-anak Sekolah ini juga mengundang Iman Sucipto Umar, selaku Ketua Umum yayasan Kadin Indonesia.Adapun susunan acara yakni dengan dua sesi diskusi dan dilanjutkan dengan presentasi mengenai konsep nominasi pendidikan dan pelatihan budaya batik oleh Gaura. Gaura mengatakan, sebagai negara yang telah meratifikasi Konfensi Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda (Convention On The Saveguarding IntangibleCultural Heritage), Indonesia harus melakukan langkah-langkah penyelamatan warisan budaya diantaranya dengan pembuatan inventori.Dalam rangka pembuatan inventori, saat ini Departemen Budaya dan Pariwisata (Depbudpar) sedang mengupayakan untuk memasukkan batik sebagai produk karya budaya ke dalam Peta Kebudayaan Indonesia.Sedangkan acara yang berlangsung di Museum Batik Pekalongan Sabtu lalu ini merupakan sebuah upaya untuk melestarikan batik melalui jalur pendidikan. "Dengan adanya pelatihan bagi anak-anak sekolah maka diharapkan ada generasi-generasi baru yang muncul, dan apabila hal ini dilakukan setiap tahun maka kelestarian batik akan tetap terjaga," ucap Gaura.Selain seminar, dalam acara tersebut juga dilakukan semacam pengenalan dan pelatihan batik kepada para siswa sekolah. Diantaranya kepada siswa TK Masyithoh dan siswa SMP 1 Pekalongan. Tampaknya pengenalan batik kepada para siswa mendapat respons yang positif. Terlihat mereka sangat asyik melakukannya seperti menyolet dan ngeblok kain mori dengan malam.Salah satu siswa SMP 1 Pekalongan mengaku di sekolah mereka juga mendapatkan pelajaran keterampilan batik. “Pelajaran batik sebagai mulok,” ujar salah satu siswa yang saat itu sedang mengerjakan proses nyolet. Saat ini yang sedang direncanakan oleh bangsa Indonesia adalah mendirikan sekolah khusus batik. Hal tersebut bisa berbentuk akademi atau sebagai salah satu jurusan pada lembaga pendidikan tinggi yang telah ada seperti Institut Seni Indonesia. (*) &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-2897912738864923302?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/2897912738864923302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/lestarikan-batik-dengan-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2897912738864923302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2897912738864923302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/lestarikan-batik-dengan-pendidikan.html' title='Lestarikan Batik Dengan Pendidikan'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZghg-UJK0I/AAAAAAAAADQ/w4muj8Bxqv4/s72-c/Kanan-+Unesco+JADI+fOTO+A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-6553675915416739204</id><published>2009-02-15T05:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T05:49:11.684-08:00</updated><title type='text'>Batik Dinominasikan Ke Unesco</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZgdS5apcTI/AAAAAAAAADA/3Quys-j8PWk/s1600-h/diskusi+batik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303020771716198706" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 147px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZgdS5apcTI/AAAAAAAAADA/3Quys-j8PWk/s200/diskusi+batik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;SEBAGAI ikon dari Kota Pekalongan, batik diibaratkan sebagai urat nadi perekonomian terpenting yang mampu menghidupi ribuan orang yang menggantungkan hidupnya dari sektor ini. Batik di Pekalongan telah ada dan dikerjakan secara tradisional turun temurun sejak ratusan tahun yang lalu. Hingga pada saat ini batik telah menjadi identitas kota Pekalongan, maka tak heran apabila orang menyebut Kota Pekalongan maka langsung terasosiasikan dengan batik.Saat ini batik telah dinominasikan ke UNESCO sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang diakui dunia dan sedang dalam proses penilaian oleh 6 negara anggota Subsudiary Body UNESCO. Pada proses pengajuan batik sebagai nominasi di UNESCO, peranan Gaura Mancacarita Dipura, seorang pemerhati budaya asal Australia ini mempunyai peranan yang besar. Sebagai seorang WNI, kecintaan Gaura terhadap Indonesia dan budayanya tidak diragukan lagi, termasuk kecintaannya terhadap batik. “Indonesia berkewajiban melakukan langkah-langkah dengan cara penyelamatan warisan budaya tak benda diantaranya dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat pendidikan,” terang Gaura saat dijumpai di Museum Batik Pekalongan Hari Sabtu (14/2).Menurut Gaura, untuk memasukkan batik ke UNESCO, ada empat tahap test yang harus dilalui.“Saat ini batik Indonesia telah berhasil melewati 2 tahap test dan lolos, untuk selanjutnya menunggu 2 tahap selanjutnya,” ujar Pria asal negeri kanguru ini. Untuk melestarikan dan mengembangkan seni kerajinan batik, Gaura menghimbau agar adanya semacam pelatihan-pelatihan bagi anak-anak sekolah.“Ini adalah sebuah langkah penyelamatan batik dan sebagai cara untuk menumbuhkan kecintaan batik di kalangan anak-anak Indonesia.” tutur Gaura menutup pembicaraan. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-6553675915416739204?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/6553675915416739204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/batik-dinominasikan-ke-unesco.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6553675915416739204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6553675915416739204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/batik-dinominasikan-ke-unesco.html' title='Batik Dinominasikan Ke Unesco'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZgdS5apcTI/AAAAAAAAADA/3Quys-j8PWk/s72-c/diskusi+batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-4557713438858590452</id><published>2009-02-13T04:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T04:58:47.436-08:00</updated><title type='text'>Batik Pekalongan, antara Masa Lampau dan Kini</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZVtviJPWGI/AAAAAAAAAC4/tlUfc7qYjG0/s1600-h/foto+batik+halus+milik+sapuan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302264799685466210" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZVtviJPWGI/AAAAAAAAAC4/tlUfc7qYjG0/s320/foto+batik+halus+milik+sapuan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;BATIK pekalongan bukan hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga terkenal di mancanegara. Batik pekalongan sejak lama diekspor ke sejumlah negara, antara lain Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat. Sedemikian terkenalnya batik dari Pekalongan, Jawa Tengah sehingga jenis batik ini tidak berhenti hanya menjadi hasil kegiatan ekonomi, tetapi juga telah menjadi ikon wisata.&lt;br /&gt;BATIK pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik pekalongan dikerjakan di rumah-rumah.&lt;br /&gt;Akibatnya, batik pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Batik pekalongan adalah napas kehidupan sehari-sehari warga Pekalongan. Ia menghidupi dan dihidupi warga Pekalongan.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, sama dengan usaha kecil dan menengah lainnya di Indonesia, usaha batik pekalongan kini tengah menghadapi masa transisi. Perkembangan dunia yang semakin kompleks dan munculnya negara pesaing baru, seperti Vietnam, menantang industri batik pekalongan untuk segera mentransformasikan dirinya ke arah yang lebih modern.&lt;br /&gt;Gagal melewati masa transisi ini, batik pekalongan mungkin hanya akan dikenang generasi mendatang lewat buku sejarah.&lt;br /&gt;FATHIYAH A Kadir, seorang pengusaha batik di Kota Pekalongan, mengatakan, pada awal tahun 1970-an hampir seluruh pekerja di unit usaha batik pekalongan adalah petani. "Jadi, mereka tukang batik sekaligus petani," ujarnya.&lt;br /&gt;Ketika itu, pola kerja tukang batik masih sangat dipengaruhi siklus pertanian. Saat berlangsung masa tanam atau masa panen padi, mereka sepenuhnya bekerja di sawah. Namun, di antara masa tanam dan masa panen, mereka bekerja sepenuhnya sebagai tukang batik.&lt;br /&gt;"Suasana kerja sangat diwarnai semangat keguyuban, semangat kekeluargaan," ungkap perempuan pengusaha itu.&lt;br /&gt;Sebagaimana halnya motif batik pekalongan yang secara kontinu berubah seiring perjalanan waktu, suasana keguyuban atau kekeluargaan juga dirasakan telah berubah. "Terutama setelah keluarnya Undang-Undang tentang Tenaga Kerja," ungkap Fathiyah.&lt;br /&gt;Lewat UU tersebut, pengusaha yang memiliki pekerja dalam jumlah tertentu harus mengikutkan pekerjanya dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Selain itu, UU yang sama juga memberi kesempatan bagi pekerja untuk mendirikan serikat pekerja sebagai alat perjuangan kepentingan mereka.&lt;br /&gt;Aturan ini dinilai sebagai bentuk intervensi pemerintah yang merugikan pengusaha batik. Alasannya, pengusaha terpaksa membayar iuran Jamsostek dan mengizinkan pekerja untuk mendirikan serikat pekerja.&lt;br /&gt;Pandangan semacam itu, menurut Ketua III Paguyuban Batik Pekalongan Totok Parwoto, masih banyak ditemui di kalangan pengusaha batik pekalongan. "Mereka melihat iuran Jamsostek sebagai beban. Padahal, justru dengan ikut serta dalam program Jamsostek, pengusaha menjadi terbantu. Jika terjadi sesuatu pada diri pekerja, tunjangan bisa diambilkan dari Jamsostek," katanya.&lt;br /&gt;Totok mengungkapkan, masih banyak pengusaha batik pekalongan yang mengeksploitasi pekerja. Produk batik yang dihasilkan mencapai harga jutaan rupiah, namun kesejahteraan pekerja jauh di bawah batas kewajaran.&lt;br /&gt;"Suatu waktu saya akan mengajak Anda ke suatu tempat usaha batik di Kelurahan Buaran, Kota Pekalongan. Pemilik tempat itu sangat memforsir pekerja. Batiknya laku sampai jutaan rupiah, tetapi pekerjanya hanya makan nasi bungkus, yang menurut saya, kurang layak untuk disajikan," ujar Totok.&lt;br /&gt;ZAMAN telah berubah. Pekerja batik di Pekalongan kini tidak lagi didominasi petani. Mereka kebanyakan berasal dari kalangan muda setempat yang ingin mencari nafkah. Hidup mereka mungkin sepenuhnya bergantung pada pekerjaan membatik.&lt;br /&gt;Tuntutan pekerja terhadap kesejahteraan yang lebih terjamin dipandang pengusaha sebagai bentuk perubahan zaman yang merugikan mereka. Suasana kekeluargaan sudah tidak ada lagi, suasana keguyuban sudah pupus.&lt;br /&gt;Pengusaha semakin merasa tersudutkan karena pemerintah ternyata melindungi pekerja untuk membuat serikat pekerja dan mengharuskan pengusaha untuk ikut program Jamsostek.&lt;br /&gt;"Kondisi ini semakin susah karena penjualan batik pekalongan anjlok setelah ada serangan bom di New York pada bulan September 2001, bom di Bali pada bulan Oktober 2002, dan terakhir terbakarnya Pasar Tanah Abang," ujar seorang pengusaha yang keberatan dengan UU Tenaga Kerja yang terbaru.&lt;br /&gt;Belum lagi batik pekalongan kini menghadapi persaingan berat di dunia internasional. "Produk tekstil dari Vietnam dan Banglades terus mendesak pangsa pasar batik pekalongan. Padahal, produk yang mereka hasilkan bukan batik. Ini dikarenakan orang luar negeri sesungguhnya tidak peduli apakah jenis tekstil yang mereka beli itu batik atau bukan," ujarnya.&lt;br /&gt;Apa yang dihadapi industri batik pekalongan saat ini mungkin adalah sama dengan persoalan yang dihadapi industri lainnya di Indonesia, terutama yang berbasis pada pengusaha kecil dan menengah.&lt;br /&gt;Persoalan itu, antara lain, berupa menurunnya daya saing yang ditunjukkan dengan harga jual produk yang lebih tinggi dibanding harga jual produk sejenis yang dihasilkan negara lain. Padahal, kualitas produk yang dihasikan negara pesaing lebih baik dibanding produk pengusaha Indonesia.&lt;br /&gt;Penyebab persoalan ini bermacam-macam, mulai dari rendahnya produktivitas dan keterampilan pekerja, kurangnya inisiatif pengusaha untuk melakukan inovasi produk, hingga usangnya peralatan mesin pendukung proses produksi.&lt;br /&gt;Kompetisi yang kian ketat mengondisikan usaha kecil menengah untuk memperbaiki kinerja, sekaligus memperbaiki kualitas produk yang mereka hasilkan. Paradigma lama kerap menuding tuntutan perbaikan kesejahteraan pekerja sebagai kambing hitam terjadinya pembengkakan produksi.&lt;br /&gt;Paradigma ini mengabaikan kualitas pekerjaan yang baik atau kreativitas untuk menghasilkan inovasi produk keluar dari pekerja yang sejahtera dan pekerja yang melaksanakan tugasnya dengan tenang.&lt;br /&gt;Untuk bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat, pengusaha batik pekalongan sudah seharusnya mengadopsi paradigma baru dalam mengelola usaha mereka. Sebagaimana tersirat pada pandangan yang disampaikan Totok.&lt;br /&gt;"Kualitas produk sangat ditentukan oleh pekerja. Program yang menguntungkan pekerja, seperti Jamsostek, sangat membantu pemberdayaan pekerja," ujarnya.&lt;br /&gt;Hanya bersandarkan pada keunggulan upah pekerja yang murah sudah harus ditinggalkan pengusaha Indonesia, termasuk pengusaha batik pekalongan. Bersandarkan pada keunggulan berupa keunikan produk tampaknya juga sudah harus ditinggalkan.&lt;br /&gt;"Pesaing kita semakin berat. Bayangkan, saat saya berkunjung ke Bangkok, saya melihat ternyata Thailand kini juga mampu membuat batik yang jauh lebih bagus daripada yang kita hasilkan," ungkap Totok.&lt;br /&gt;BAGI pengusaha batik pekalongan, memasuki tahun 2004 adalah memasuki masa yang penuh kesulitan. Permintaan batik pekalongan dari segala penjuru di Indonesia anjlok drastis. Berkodi-kodi batik menumpuk di tempat pengerjaan karena lesunya permintaan.&lt;br /&gt;"Ketika krisis moneter tahun 1997, batik pekalongan terpukul akibat kenaikan harga kain mori. Namun, dampak kenaikan harga kain mori cukup bisa diimbangi dengan penjualan ekspor batik pekalongan yang menguntungkan karena anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Kondisi ini berbeda dengan sekarang. Nilai tukar rupiah sudah relatif stabil, tetapi permintaan sangat lesu," kata Direktur Pasar Grosir Setono, Kota Pekalongan, Hasanuddin.&lt;br /&gt;Sejumlah pedagang batik di pasar grosir menuding penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 sebagai penyebab menurunnya omzet penjualan batik pekalongan hingga 50 persen. Argumennya, orang menunda perjalanan ke pekalongan karena menunggu hingga rampungnya kampanye Pemilu 2004.&lt;br /&gt;Akan tetapi, bagi Hasanuddin, lesunya penjualan batik pekalongan terkait erat dengan penurunan daya beli masyarakat. Alasannya, jika penjualan batik pekalongan lesu hanya dikarenakan Pemilu 2004, tentu pesanan batik dari luar Pekalongan, seperti Makassar dan Surabaya, relatif tidak mengalami kelesuan karena orang tidak perlu melakukan perjalanan ke Pekalongan.&lt;br /&gt;"Pengusaha batik yang dulu berorientasi menjual produknya ke luar kota sekarang beramai-ramai berjualan di Pekalongan. Ini ditandai dengan melonjaknya permintaan kios di pasar grosir," ujar Hasanuddin.&lt;br /&gt;Akan tetapi, usaha itu tampaknya tetap tidak membantu. Bertumpuk-tumpuk batik tetap saja tak terjual di tempat produksi. Karena itu, dari sekitar 100 usaha batik di daerah Kelurahan Buaran, misalnya, sekitar 25 persen di antaranya sudah meliburkan pekerja. "Penjualan macet. Bagaimana mereka bisa melanjutkan produksi?" ungkap Hasanuddin.&lt;br /&gt;Redupnya usaha batik pekalongan, menurut Hasanuddin, juga ditandai dengan kian banyaknya penyewa kios di Pasar Grosir Setono yang membayar ongkos sewa dengan cek kosong. Ini nyaris tidak pernah ditemui pada masa sebelumnya.&lt;br /&gt;"Padahal, penyewa kios itu tergolong pengusaha besar dan nilai sewa yang harus dibayarkan cukup kecil, hanya Rp 1 juta-Rp 2 juta. Saya kira, dalam kondisi normal, tidak mungkin pengusaha yang tergolong cukup mapan melakukan hal tersebut," kata Hasanuddin lagi.&lt;br /&gt;Akan tetapi, peka terhadap tuntutan pasar dan meresponsnya dalam bentuk inovasi dibuktikan pengusaha batik pekalongan, Rusdiyanto, yang berhasil menyelamatkan usahanya dari terpaan krisis. "Kalau saja saya tidak memulai memproduksi batik serat nanas tiga tahun lalu, usaha batik saya mungkin juga sudah meliburkan pekerja sekarang," kata pria yang tempat usahanya berada di Kelurahan Setono, Kota Pekalongan, tersebut.&lt;br /&gt;Batik serat nanas yang diproduksi Rusdiyanto memang tidak terpengaruh oleh terpaan krisis. Harga kain batik pekalongan berserat nanas dengan ukuran panjang 2,56 meter dan lebar 1,15 meter bisa mencapai Rp 1,5 juta-Rp 3 juta. Karena itu, orang yang membeli jenis batik ini tentunya mereka dengan kondisi keuangan yang nyaris tidak terjamah gempuran krisis.&lt;br /&gt;Bahkan, Rusdiyanto mengaku saat ini kesulitan untuk memenuhi order. "Batik serat nanas yang saya produksi tidak pernah menumpuk. Baru jadi, langsung dibawa pembeli ke Jakarta atau Singapura," ungkapnya.&lt;br /&gt;Menurut Totok Parwoto, harga batik serat nanas di Jakarta naik berkali-kali lipat dibandingkan saat harganya masih di Pekalongan. "Kain batik serat nanas yang harganya di Pekalongan Rp 3 juta bisa mencapai Rp 7 juta di Jakarta," ungkapnya.&lt;br /&gt;Batik serat nanas memiliki harga yang mahal karena suplai kain serat nanas masih sangat sedikit. Saat ini pengusaha batik serat nanas di Pekalongan hanya bergantung pada dua penyuplai kain serat nanas, yakni dari Kabupaten Pemalang dan dari Pabrik Radika di Pekalongan.&lt;br /&gt;Sedikitnya produsen kain serat nanas disebabkan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam proses pemintalan serat nanas menjadi benang, yang selanjutnya ditenun menjadi kain. Padahal, di Pemalang, terutama di Kecamatan Belik, tanaman nanas melimpah ruah.&lt;br /&gt;Selain itu, harga kain batik serat nanas sangat mahal karena jenis batik ini dipadukan dengan serat sutra. Padahal, batik sutra sendiri sudah tergolong sebagai batik yang mahal. "Belum lagi pembuatan batik serat nanas dilakukan dengan tangan atau termasuk batik tulis. Satu bulan, satu pekerja saya hanya menghasilkan satu kain batik serat nanas," kata Rusdiyanto.&lt;br /&gt;Inovasi yang dilakukan Rusdiyanto bukan hanya terbatas pada penggunaan serat nanas. Pengusaha batik ini juga melakukan inovasi pada motif batik. "Saya menggunakan motif batik pekalongan kuno," ujarnya.&lt;br /&gt;Motif batik pekalongan kuno adalah motif yang dipakai saat pertama kali batik pekalongan muncul. Motif ini biasanya berbentuk tentara Belanda atau orang Belanda dengan segala atributnya. Bahkan, tidak jarang motif itu juga menggambarkan tank.&lt;br /&gt;Warna yang digunakan Rusdiyanto juga warna saat batik pekalongan pertama kali muncul, yakni warna yang natural, seperti coklat atau merah bata. Berbeda dengan warna batik pekalongan sekarang, yang disebut orang dengan warna ngejreng. "Kain batik serat nanas dengan motif kuno dan warna alam ternyata sangat disukai pembeli dari luar negeri," katanya. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-4557713438858590452?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/4557713438858590452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/batik-pekalongan-antara-masa-lampau-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/4557713438858590452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/4557713438858590452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/batik-pekalongan-antara-masa-lampau-dan.html' title='Batik Pekalongan, antara Masa Lampau dan Kini'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZVtviJPWGI/AAAAAAAAAC4/tlUfc7qYjG0/s72-c/foto+batik+halus+milik+sapuan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-1292908288001922253</id><published>2009-02-12T03:11:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T04:01:11.661-08:00</updated><title type='text'>Gas Sebagai Alternatif Produksi Batik</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZQE9SAyUJI/AAAAAAAAACo/UDvvXLv5-cY/s1600-h/batik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301868112175583378" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZQE9SAyUJI/AAAAAAAAACo/UDvvXLv5-cY/s320/batik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;KONVERSI mitan ke gas untuk digunakan dalam produksi batik rupanya sudah mulai dilakukan oleh sebagian perajin batik di Pekalongan. Seperti Jazuli Nur, salah satu perajin batik yang ada di Kelurahan Kauman. Ia mengaku sudah menggunakan kompor gas untuk produksi batik yang Ia kelola. "Untuk sementara masih dua buah kompor gas saja. Ini kan baru uji coba. Untuk alternatif kalau-kalau mitan sulit didapat lagi," terang jazuli saat dijumpai Radar di rumahnya.&lt;br /&gt;Jazuli mengaku untuk berproduksi batik menggunakan kompor gas, Ia membutuhkan dana awal sebesar 400 ribu untuk satu buah kompor gas. Dengan perincian harga kompor 250 ribu, tabung dan gas 150 ribu. "Kami menggunakan tabung gas ukuran 3 kg dan untuk 1 tabung gas bisa digunakan sampai 4 hari. Dengan isi ulang gas Rp 13 500.Jadi biaya operasional per harinya Rp. 3500,- saja. Ini lebih murah dibandingkan menggunakan mitan yang untuk satu kompor menghabiskan 1.5 liter per harinya," lanjut Jazuli lagi. Namun walaupun menggunakan gas dinilai sudah lebih murah, Jazuli berharap konstruksi yang sedang dilakukan oleh mahasiswa ITB dengan merubah titik api kompor gas, bisa menjadikannya jauh lebih irit lagi. "Katanya sih nantinya tabung 3 kg bisa digunakan berproduksi sampai 10 hari, kalau hal itu benar-benar terjadi ya sepenuhnya saya beralih ke gas." Jazuli yang mempunyai 20 karyawan ini mengaku tidak mempermasalahkan harga mitan maupun gas. Ia hanya memikirkan jangan sampai para pekerjanya itu tidak bekerja karena kelangkaan mitan maupun gas. "Saya nggak pernah mikir harga, yang penting mereka bisa kerja. Terus terang sayang sangat mengutamakan karyawan saya, karena kalau mereka tidak kerja kan kasihan," ucap pria setengah baya ini.Terkait dengan musim hujan dan banjir yang melanda Pekalongan, hal itu diakui oleh Jazuli telah menurunkan omset batik hingga 50%. "Untuk order tetap stabil namun Omset menurun karena keterlambatan pengiriman batik. Produksi batik memakan waktu lama kalau hujan dan banjir seperti kemarin. Tapi alhamdulillah konsumen maklum dengan kondisi tersebut," jelas Jazuli. Menurut Jazuli, selama musim hujan dan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, produksi batiknya tak pernah berhenti. Ia memanfaatkan ruangan yang sangat luas untuk mengangin-anginkan batik. "Nggak pernah sampai mandeg. Kalaupun ruangan sudah penuh, karyawan saya tetap kerja walaupun hanya 1/2 hari." Usaha batik yang dikelola Jazuli dalam satu hari bisa memproduksi batik 500 meter dengan omset perbulan sekitar 10.000 meter. (*) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-1292908288001922253?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/1292908288001922253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/gas-sebagai-alternatif-produksi-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/1292908288001922253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/1292908288001922253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/gas-sebagai-alternatif-produksi-batik.html' title='Gas Sebagai Alternatif Produksi Batik'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZQE9SAyUJI/AAAAAAAAACo/UDvvXLv5-cY/s72-c/batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-8598113692741496466</id><published>2009-02-11T04:50:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T04:51:35.232-08:00</updated><title type='text'>Pelaku UKM Dilatih Manajemen Telecenter</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;HARUS diakui bila daya saing pelaku usaha Pekalongan, khususnya yang bergerak pada usaha kecil dan menengah (UKM) bisa dikata masih rendah bila dibandingkan dengan bangsa lain. Itu karena tidak mampunya mereka mengakses terhadap berbagai sumber daya produktif, termasuk informasi, pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;Karena itu, Pemkot bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika Komputer (STMIK) Widya Prathama, yang didukung penuh dari Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo), Depertemen Pemberdayaan Perempuan, Kementrian Riset dan Tekhnologi, dan BPPT menyelenggarakan pelatihan mengenai 'Managemen Telecenter' di kampus yang berada jalan Patriot tersebut.&lt;br /&gt;Pelatihan tersebut, merupakan tindak lanjut dari ditandatanganinya perjanjian kerjasama oleh Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad, Ketua STMIK Widya Prathama Agus Wahyudi S Si MKom, serta dari BPPT.&lt;br /&gt;Diantara pelaku UKM yang mengikuti acara tersebut, adalah perajin UKM, perajin ikan asin, pengusahaa ikan, perajin batik, serta pengurus Ormas. Mereka dilatih mengenai manajemen telecenter dari BPPT.&lt;br /&gt;Direktur Pusat Pengembangan TIK BPPT, DR Tatang Wahyudi yang menyampaikan materi mengatakan, telecenter merupakan suatu tempat atau fasilitas yang dilengkapi dengan teknologi informasi, dan komunikasi yang umumnya digunakan untuk pemberdayaan komunitas. "Pembangunan telecenter tersebut, telah berdiri di banyak daerah seperti di Gorontalo. Dengan adanya telecenter, mayarakat miskin bisa mengakses informasi dari internet," ucapnya.&lt;br /&gt;Dengan dibangunnya telecenter, beber Tatang , diharapkan bisa meningkatkan aksebilitas masyarakat terhadap sumber informasi, pengetahuan, dan teknologi serta sumber daya produktif lainnya. Bisa meningkatkan proses pembelajaran kontektual, mendorong kreativitas dan inovasi. "Serta menfasilitasi pengembangan jaringan kemitraan untuk memberikan peluang penting bagi masyarakat untuk berkembang," ungkapnya, sembari menambahkan juga mendukung promosi potensi keunggulan via internet.&lt;br /&gt;Tatang Wahyudi menyebut, Telecenter memiliki peran dalam penyediaan informasi, mengembangkan komunikasi, membangun kapasitas komunitas, mengembangkan kemitraan, dan menfasilitas kegiatan komunitas masyarakat.&lt;br /&gt;Sarana generik yang dibutuhkan untuk membangun telecenter, terang Tatang Wahyudi, berupa sarana dasar berupa komputer 5 unit, akses ke Internet, Peripheral seperti Printer, Scanner dan Jaringan. Serta saran pelatihan dan pertemuan, serta sarana penunjang. "Seperti Laptop, LCD Proyektor, Digital Camera, VCD, dan Web Cam," terang Tatang Wahyudi. (dur)&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-8598113692741496466?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/8598113692741496466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/pelaku-ukm-dilatih-manajemen-telecenter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/8598113692741496466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/8598113692741496466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/pelaku-ukm-dilatih-manajemen-telecenter.html' title='Pelaku UKM Dilatih Manajemen Telecenter'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-2105813023787794724</id><published>2009-02-11T04:45:00.001-08:00</published><updated>2009-02-11T04:50:12.194-08:00</updated><title type='text'>Batik dari Titik Menjadi Abadi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZLJMAW6nPI/AAAAAAAAACg/4lx2w5vXlsA/s1600-h/TITI.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301520919460224242" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZLJMAW6nPI/AAAAAAAAACg/4lx2w5vXlsA/s320/TITI.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;SIAPA yang tak kenal batik. Hampir semua orang mengenalnya. Kain ini memang populer di kalangan tertentu, dijadikan benda koleksi, dipuja, dan disimpan bak barang antik. Tak mengherankan untuk mendapatkannya, kolektor rela mengeluarkan dana tak terbatas hanya untuk selembar batik. ” Bukan nilai uangnya yang menjadi ukuran, tapi kepuasan jika berhasil memiliki,” ujar Thomas Sigar, kolektor batik yang juga seorang perancang busana.&lt;br /&gt;SH/Gatot IrawanJenis batik Pekalongan berwarna cerah dan coraknya besar. Biasa dipakai sebagai pasangan untuk kebaya encin.&lt;br /&gt;Kenapa kain itu disukai dan dijadikan koleksi? Menurut beberapa kolektor karena batik adalah barang seni. Batik ibarat sebuah lukisan, pembuatannya makan waktu, tidak pabrikan tapi satu persatu. Ini dianggap bernilai, terutama jenis batik kuno yang motifnya klasik. Batik klasik memiliki pola dasar tertentu dengan berbagai macam variasi motif flora dan fauna.Dulu sempat berkembang polemik soal arti kata batik berasal dari mana. Sampai sekarang pun mereka belum sepakat soal apa arti sebenarnya kata batik itu. Ada yang bilang bahwa sebutan batik berasal dari kata tik yang terdapat dalam kata titik. Titik berarti juga tetes. Memang dalam pembuatan kain batik dilakukan penetesan lilin di atas kain putih. Ada juga yang mencari asal kata batik dalam sumber tertulis kuno. Oleh mereka yang menelusuri dari data kuno itu dihubungkan dengan kata tulis atau lukis. Pendek kata, asal mula batik lalu dikaitkan pula dengan seni lukis dan gambar pada umumnya. Setuju atau tidak, batik tak terpengaruh. Kain khas ini sudah hadir selama berabad-abad.Bisa Punah Pada awalnya batik adalah pakaian raja-raja di Jawa di masa silam. Kemudian berkembang menjadi pakaian sehari-hari orang Jawa. Walau batik identik dengan pakaian adat Jawa, namun kini sudah menjadi pakaian nasional, bahkan cukup dikenal di mancanegara. Kepopuleran batik seakan pisau bermata dua. Di satu sisi menjadikannya komoditas yang bernilai, di sisi lainnya batik kuno bakal punah karena dibeli oleh orang asing.untuk koleksi. ” Sebenarnya itu ketakutan yang nggak beralasan,” ujar Thomas. Batik kuno memang harganya mahal. Ada yang jutaan rupiah sampai ratusan juta rupiah. Orang-orang asing itu, lanjutnya, punya apresiasi yang baik terhadap batik dan punya uang. Mereka tak hanya sekadar mengoleksi tapi juga belajar tentang batik. Berbeda dengan orang kita yang sekadar koleksi dan cenderung ikut-ikutan. Apa itu batik dan apa makna di dalamnya, kurang dipahami.Menurut Thomas, memang ada banyak juga warga Indonesia yang sangat mengerti batik. Mereka berusaha menyelamatkan dan melestarikan lewat perkumpulan atau upaya pribadi. Mereka ini saling bertukar informasi dengan berbagai kolektor, termasuk kolektor asing. ” Jadi saya nggak setuju kalau batik kuno bakal hilang. Mereka menyimpannya teliti dan sangat baik,” katanya. Motif LangkaThomas mengaku suka batik sejak lama. Sebagai perancang busana, dia mau tak mau akhirnya bersentuhan dengan kain itu. Koleksinya adalah batik-batik lawas tapi pilihan. Jumlahnya ratusan buah. Dia tak mau bicara soal nilai koleksinya, tapi dijamin semuanya berkualitas.Dari sekian banyak koleksinya, ada batik yang amat disukainya, yakni batik Van Zuylen. Thomas memiliki tiga batik buatan orang Indo Belanda itu. Dalam perkembangan perbatikan di Tanah Air, ada fase penjajahan Belanda. Dalam fase ini, batik lokal dipengaruhi oleh selera Eropa. Makanya dalam motif-motif batik yang ada dalam masa itu terdapat buket, kartu remi, meriam dan sebagainya yang berbau-bau Eropa.Koleksi Thomas lainnya adalah batik Cirebon yang bermotif mega mendung. Bagi penggemar batik, rasanya tak mungkin tak mengoleksi jenis batik pesisiran itu. Tapi yang ini, sambungnya, unik. Dasar kainnya hitam dengan motif mega mendung merah. Belum pernah Thomas melihat dasar kain batik Cirebonan berwarna hitam. Koleksi ini didapat seorang ibu yang dulu pernah bekerja pada Fatmawati Soekarno, presiden pertama RI.Untuk menghadirkan motif klasik yang langka, ada upaya dari penggemar batik Mereka membuat batik baru dengan motif-motif lama. Ini salah satu pelestarian motif sehingga tidak hilang. Tetapi dari segi mutu, berbeda karena proses yang dilakukan pada zaman dulu berbeda dengan masa kini. Sehingga bagi kolektor fanatik, jenis batik replika ini kurang digemari. Tetapi bagi pecinta batik lainnya, ketimbang tidak dapat yang asli yang replika pun boleh-boleh saja.&lt;br /&gt;SH/Gatot IrawanEtty Tejalaksana, koleksi batiknya barulah 150 buah&lt;br /&gt;Sulit MembedakanMembedakan yang asli dan replika bagi penggemar pemula, memang agak susah. Apalagi jika ia tak pernah melihat sebelumnya di literatur. Tapi bagi yang ahli, mudah membedakannya, jika memegangnya. Terutama dilihat dari tekstur kain dan tampilan warna. ” Yang replika biasanya lebih bagus dari aslinya,” sambung Thomas. Tapi bukan pula yang bagus itu selalu replika. Sebab banyak batik Belanda, begitu julukannya, disimpan secara apik oleh pemiliknya. Sehingga sampai kini pun warnanya tidak berubah, kainnya mirip kain baru. Mungkin karena sama sekali tidak pernah dipakai. Begitu pun jenis batik klasik lainnya yang tetap bagus kondisinya hinga kini. ” Penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya. Sebaiknya jika ingin mengoleksi batik kuno, kita harus rajin tanya. Atau membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya,” saran Thomas.Etty Tejalaksana, penggemar baru, mengakui awalnya dia sering tertipu. Membedakan antara batik yang bagus dan tidak saja, sulit. Makanya sarannya jika seseorang ingin menekuni hobi batik, harus belajar. Ilmu batik tak hanya yang ada di buku-buku. Semakin sering terjun ke lapangan yakni mendatangi pembatik tradisional, berburu ke pelosok, bisa mengasah pengetahuan. Ibarat bayi, semakin sering jatuh maka semakin cepat berdiri.Ibu tiga anak itu mencontohkan batik Pekalongan yang diperlihatkan pada SH. Secara kasat mata, penampakannya sempurna. Warna-warnanya serasi, motifnya menarik, namun kalau diperhatikan ada warna yang tidak merata. ” Dalam proses pembuatan, mungkin perajin kurang cermat mencelupkanya saat pewarnaan. Jadi batiknya belang-belang tipis. Ini produk gagal, namun ada yang suka karena gradasi warnanya serasi,” tuturnya.Etty mengaku jumlah koleksinya baru sekitar 150 lembar, terdiri dari kain dan selendang. Maklum dia baru menyukai batik pada 1998 akhir. Ketika itu dia jatuh hati pada batik Hohokay. Dikatakannya, ini batik spesial yang dibuat pada masa penjajahan Jepang. Motifnya banyak dipengaruhi unsur Jepang. Seperti warnya yang condong kebiru-biruan dan kekuning-kuningan.Dari sinilah dia kemudian mulai mengoleksi satu demi satu. Pikirnya ketimbang kebarat-baratan, lebih baik melestarikan karya leluhur . (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-2105813023787794724?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/2105813023787794724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/batik-dari-titik-menjadi-abadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2105813023787794724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/2105813023787794724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/batik-dari-titik-menjadi-abadi.html' title='Batik dari Titik Menjadi Abadi'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZLJMAW6nPI/AAAAAAAAACg/4lx2w5vXlsA/s72-c/TITI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-6292666909774402380</id><published>2009-02-10T05:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T05:18:29.676-08:00</updated><title type='text'>50 Pekerjanya Perempuan Semua</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZF-inPg2fI/AAAAAAAAACY/us-4BhV1saw/s1600-h/batik+sekar+wangi.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301157369506486770" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZF-inPg2fI/AAAAAAAAACY/us-4BhV1saw/s320/batik+sekar+wangi.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZF82hp4eeI/AAAAAAAAACQ/PVF-jXqBWkY/s1600-h/Batik+sekar+wangi+1.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;BATIK SEKAR WANGI. Inilah merk dagang milik H Kadarisman, warga Kelurahan Sapuro Kecamatan Pekalongan Barat yang spesialis membuat batik tulis dari bahan sutra. Yang unik dari usahanya itu, 50 orang pekerjanya berjenis kelamin perempuan semua.Kadarisman mengaku, sebelum membuat batik tulis dari bahan sutra. Dirinya membuat batik dari bahan katun. Kemudian bahan katun ditinggalkan, dan beralih ke bahan sutra sampai sekarang."Saya telah menekuni usaha batik sebelum 1981. Baru 1981, saya didaftarkan ke pemerintah untuk mendapatkan legalitas," ucap Alumnus Sekolah Tinggi Perbankan di Jakarta.Kadarisman mengaku, usahanya yang sekarang mengalami penurunan produksi dibanding tahun lalu. Saat rezim Soeharto, usahanya mengalami masa keemasan antara tahun 1996 sampai 1997. Karyawannya ada 130 orang. Namun sekarang 50 orang saja sebagai dampak krisis ekonomi, persoalan gejolak ekonomi yang ditandai dengan naiknya harga kedelai, terigu dan minyak goreng.Saat jaya-jayanya pula, pemasarannya tidak hanya lokal Indonesia saja. Melainkan diekspor ke luar negeri, yakni ke Malaysia dan Brunai Darussalam."Waktu itu ada 3 buyer yang mengekspor batik tulis saya ke luar neg eri. Namun kini sudah tidak lagi, bahkan satu diantara 3 perusahaan itu terpaksa dijual karena gulung tikar," ucapnya sembari menyebut saat jaya-jayanya, setiap bulan mengirim 600 potong batik tulis. Namun sekarang batik sutranya dijual ke lokal saja di Jakarta, Palembang, dan Bandung. Untuk pemasarannya, kata Kadarisman, ditangani sendiri. Begitupula produksinya. Ia sekarang mempekerjakan 50 orang saja. Yang unik, dari 50 pekerjanya itu perempuan semua. "Perempuan itu mempunyai jiwa halus. Berbeda dengan laki-laki yang biasanya muncul sikap kasar. Meski begitu, ada juga laki-laki yang memiliki jiwa halus, seperti Iwan Tirta dan desainer yang lainnya," ucap penerima Upakarti dari Presiden Soeharto karena keberhasilannya melakukan pembinaan kepada usaha kecil.Pekerja yang semuanya perempuan, lanjut Kadarisman, tidak hanya dilakukan dirinya. Saat ibunya masih hidup, juga mempekerjakan batiknya pada pekerja perempuan. "Sekarang menurun pada saya. Mulai dari pembatik, ngelorot sampai yang memberikan warna, semuanya ditangani pekerja perempuan," akuinya yang juga pernah menerima Upa Pradana dari Gubernur Jateng Ismail. Disinggung tentang strategi dalam mempertahankan usahanya? Kadarisman mengaku, selalu berinovasi dalam menciptakan motif-motif. Dalam menggali inspirasi, ia memanfaatkan media yang ada. Hasilnya motif yang dihasilkan selalu berbeda, sesuai dengan perkembangan mode.Disamping itu, Ia tetap mempertahankan warna batik, yakni warna marun (merah hati). Warna marun itu merupakan ciri khas Batik Sekar Wangi.Kadarisman menjelaskan, nama Sekar Wangi diilhami dari adanya merk batik 'Arum Dalu' yang artinya wangi bila malam hari. Batik Arum Dalu tidak lama bertahan, dan akhirnya gulung tikar. Dengan nama Sekar Wangi yang artinya mewangi sepanjang hari diharapkan batiknya tetap lancar, dan tidak mengalami hambatan pemasaran, dan bahan baku. "Alhamdulilah sampai sekarang masih lancar," pungkas Kadarisman. (dur)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-6292666909774402380?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/6292666909774402380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/50-pekerjanya-perempuan-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6292666909774402380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6292666909774402380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/50-pekerjanya-perempuan-semua.html' title='50 Pekerjanya Perempuan Semua'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZF-inPg2fI/AAAAAAAAACY/us-4BhV1saw/s72-c/batik+sekar+wangi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-1758353173679891786</id><published>2009-02-10T04:50:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T04:57:19.834-08:00</updated><title type='text'>75 Perajin Batik Tak Produksi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZF5eKD3o6I/AAAAAAAAACA/vvLf8mXEYzw/s1600-h/banjir+(1).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301151795395404706" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZF5eKD3o6I/AAAAAAAAACA/vvLf8mXEYzw/s320/banjir+(1).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;PABEAN - Akibat banjir, sekitar 75 perajin batik di kelurahan Pabean Pekalongan Utara tidak melakukan produksi batik. Demikian diungkapkan oleh H Nasir, ketua paguyuban batik Pabean, Selasa (10/2). "Cuaca memang cukup cerah. Tapi aktivitas mereka (perajin-red) belum pulih benar," katnaya. Belum pulihnya aktivitas produksi batik di Pabean. Karena masing-masing pekerja masih sibuk membersihkan rumahnya dari genangan air. Dalam pantuan Radar, sebagian tempat produksi pembatikan masih tergenang. Bahkan ada yang airnya setinggi lutut orang dewasa.Nur, salah seorang perajin batik mengungkapkan, dirinya lebih memilih menjemur pakaian yang belum kering dari pada melakukan produksi batik. "Cuacanya nanggung mas. Nanti sore juga hujan lagi. Mendingan jemur pakaian," tutur perajin batik yang memiliki 20 orang karyawan ini.Bisa dibayangkan berapa rupiah yang 'mandeg' karena tidak ada proses produksi. Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, banjir juga mempengaruhi aspek sosial, yakni bertambahnya jumlah pengangguran. Karena ratusan buruh batik terpaksa nganggur. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-1758353173679891786?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/1758353173679891786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/75-perajin-batik-tak-produksi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/1758353173679891786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/1758353173679891786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/75-perajin-batik-tak-produksi.html' title='75 Perajin Batik Tak Produksi'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZF5eKD3o6I/AAAAAAAAACA/vvLf8mXEYzw/s72-c/banjir+(1).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-6886789161883045753</id><published>2009-02-09T06:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T06:26:58.011-08:00</updated><title type='text'>Kembangkan Canting Antik</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZA88h3JJTI/AAAAAAAAAB4/Y-oAik7QFw0/s1600-h/kerajinan+cap+(4).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300803771994547506" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZA88h3JJTI/AAAAAAAAAB4/Y-oAik7QFw0/s400/kerajinan+cap+(4).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;KALAU ingin mendapatkan canting atau cap yang antik, mungkin di Muhsinin warga Kelurahan Landungsari nomor rumah 37-tempatnya. Karena Ia sejak 2005 tetap konsisten mengembangkan kerajinan membuat canting antik.&lt;br /&gt;Muhsinin mengaku mendapat keahlian membuat canting yang antik dari ayahnya, Abdul Halim. sedangkan ayahnya mendapat pengatahuan dari ayahnya (kakek Muhsinin). "Dulunya itu saya membantu ayah. Karena sebagai anak itukan harus patuh, dan mau membantu orang tua bila ada pekerjaan," ucapnya.&lt;br /&gt;Dari awalnya membantu orang tua itu, lanjut Inin, tumbuh kecintaan pada kerajinan membuat canting. Sehingga keinginnya memuncak, dan tepatnya tahun 2005 membuat usaha sendiri. Meskipun sampai sekarang masih saja 'dompleng' usaha bapaknya membuat kerajinan canting. "Mulai tahun 2005, itu saya total menekuni usaha membuat canting," tandasnya.&lt;br /&gt;Dalam memulainya usahanya itu, Inin datang ke pengusaha batik satu ke pengusaha batik yang lain untuk menawarkan jasa pembuatan canting. Hingga kerja kerasnya membuahkan hasil dengan menerima pesanan membuat canting, sebanyak 4 unit."Ketika menerima pesanan canting, saya nekad. Artinya, meski kemampuan keahlian yang saya miliki tidak sekaliber Bapak. Namun dalam pembuatan pesanan Saya sering minta diajari Bapak. Alhamdulilah pesanan pertama berhasil bagus," ucapnya.&lt;br /&gt;Setelah pesanan perdana berhasil, kemudian pelan tapi pasti. Pesanan datang, meski tidak banyak. Bila dirata-rata semingu sekali ada pesanan, baik datang dari Pekalongan maupun dari Jakarta."Seperti sekarang jumlah pesanan meningkat. Karena usaha batik sekarang mulai membaik. Kalau batik ramai, kami juga ikut ramai."&lt;br /&gt;Inin menyebut, bahan baku yang digunakan untuk membuat canting dari lempengan tembaga, dan lempengan besi. Tembaga diperoleh dari Tegal, harganya Rp 70 Ribu perkilogram. Sedangkan lempengan besi-juga diperoleh dari Tegal harganya Rp 6 Ribu. "Kini rencananya harga akan naik," ucap pria yang hanya lulusan SMU saja.&lt;br /&gt;Mengenai bahan baku, Inin mengaku tidak ada kesulitan. Hanya saja ketika krisis ekonomi tahun 1996/1997, sempat terjadi kelangkaan bahan baku. Itu terjadi karena perilaku oknum pedagang yang cenderung menyembunyikan barang, kemudian menaikan harga lempeng tembaga.&lt;br /&gt;Inin mengatakan, untuk membuat kerajinan canting membutuhkan ketekunan, ketelitian dan kesabaran. Karena untuk membuat satu unit canting saja kadang membutuhkan waktu yang sulit ditebak kapan selesainya. Namun pengrajin yang serius, membutuhkan waktu 10 hari saja.&lt;br /&gt;Mengenai harga canting? Inin menyebut sangat tergantung dari rumitnya motif, serta ukurannya. Semakin rumit seperti motif sekarjagad, dan ukurannya besar maka semakin mahal. Begitupula sebaliknya. "Kalau terendah Rp 75 Ribu, sedangkan termahal Rp 700 Ribu," ucapnya yang mengaku menerima segala macam motif. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-6886789161883045753?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/6886789161883045753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/kembangkan-canting-antik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6886789161883045753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6886789161883045753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/kembangkan-canting-antik.html' title='Kembangkan Canting Antik'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SZA88h3JJTI/AAAAAAAAAB4/Y-oAik7QFw0/s72-c/kerajinan+cap+(4).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-8195134597344122909</id><published>2009-02-05T06:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T06:41:54.914-08:00</updated><title type='text'>Jangan Salah Memilih Batik</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYr6oMDf8UI/AAAAAAAAABo/Y4z8eVbPfeU/s1600-h/Mbak+Khusnul.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299323479892422978" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYr6oMDf8UI/AAAAAAAAABo/Y4z8eVbPfeU/s400/Mbak+Khusnul.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;DIAKUI atau tidak, selama ini orang masih mengenal batik dari sisi motif atau design saja. Padahal batik merupakan sebuah proses dari sebuah kain putih yang ditulis melalui 'niba' (malam/lilin ) mengikuti pola gambar dengan cara menulis ('nitik' istilah bahasa jawa ), atau dengan cara mengecap (memakai canting cap)."Masyarakat pengguna batik mulai sekarang perlu lebih cermat dan teliti dalam memilih batik. Karena batik itu sebuah proses dari sebuah kain putih yang ditulis melalui malam, atau mengecap," ucap Khusnul Khotimah, pemilik Rafli Fashion yang tinggal di Kelurahan Banyurip Ageng, Rt 02 Rw 05 Pekalongan Selatan.Kalau demikian, kata Mbak Khusnul-sapaan akrabnya, apakah semua batik yang beredar dipasaran dengan suguhan design dan corak warna warni dapat semua dikatakan batik. Apalagi banyak orang mengatakan ada batik China masuk Indonesia."Pertanyaannya apakah batik yang dibuat orang China patut disebut batik. Geli? rasanya bila mendengar demikian karena orang China kok rasa-rasanya tidak mampu membuat batik, kalau orang China membuat kain yang disablon menyerupai dengan design batik, ?baru ya," ungkapnya.Istilah gampangnya, lanjut Mbak Khusnul, batik buatan China itu sama saja kain tekstil yang dibuat mirip design batik yang asli melalui teknik sablon (printing). "Karena kesalahfahaman masyarakat dalam menafsirkan batik itu sendiri menjadi salah kaprah tanpa mengetahui asal usul proses pembuatan batik," beber Mbak Khusnul.Karenanya teknik printing ungkapan para pembatik perlu ditegaskan kembali kepada masyarakat awam. Karena perjalanan proses batik, banyak masyarakat yang belum tahu jika digambarkan bahwa printing itu sama saja sablon baru masyarakat awam akan lebih tahu."Teknik sablon bahan dasar untuk membuat design dengan memakai tinta berbeda batik yang asli memakai lilin. Jadi Batik sablon bisa disebut batik ASPAL ( asli tapi palsu ) jika ditinjau dari prosesnya, karena batik yang asli bahan dasar untuk menulis design adalah lilin yang ditorehkan pada kain," Mbak Khusnul."Nah, bagaimana jika halnya kita ditawari sebuah kain batik oleh pedagang ditoko maupun dipasar. Tanyakan kepadanya, ?batik asli atau batik sablon."Mbak Khusnul menjelaskan, batik yang asli ada istilah batik cap ( stempel ) dan batik tulis yang menggunakan alat canting untuk melekatkan niba ( malam / lilin ) pada kain dengan mengikuti pola gambar. "Fungsi daripada malam atau lilin itu sendiri untuk menutup pola gambar yang diinginkan masih tetap utuh apabila dicelupkan obat pewarna.Keunggulan batik yang asli dengan batik sablon, kata Mbak Khusnul, tentunya sangat jauh berbeda. Jika batik asli permukaan kain dibalak balik sama karena teknik pewarnaannya dengan pencelupan. Sedangkan jika batik sablon permukaan kain bolak-baliknya tidak sama terkesan yang satu bergambar permukaan baliknya polos. "Karena teknik batik sablon pewarnaannya dengan cara menorehkan obat pewarna atau tinta dipermukaan kain saja tidak dicelup. Inilah yang menjadikan batik sablon itu cepat luntur karena warna hanya menempel dipermukaan saja tidak meresap keseluruh sel-sel kain," terang Mbak Khusnul.Sehingga wajar jika batik yang asli harganya lebih mahal dibanding dengan batik sablon ditinjau dari prosesnya batik yang asli melalui berbagai tahapan proses jika batik sablon dengan cara bim salabim maka jadilah batik sablon. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-8195134597344122909?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/8195134597344122909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/jangan-salah-memilih-batik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/8195134597344122909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/8195134597344122909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/jangan-salah-memilih-batik.html' title='Jangan Salah Memilih Batik'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYr6oMDf8UI/AAAAAAAAABo/Y4z8eVbPfeU/s72-c/Mbak+Khusnul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-3532083088574717032</id><published>2009-02-05T05:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T05:38:19.183-08:00</updated><title type='text'>Cepagan Cikal Bakal Tumbuhnya Sentra Kerajinan di Batang</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYrrrQTTo8I/AAAAAAAAABY/RZep_-cUZX4/s1600-h/foto+rozi+1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299307039897658306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYrrrQTTo8I/AAAAAAAAABY/RZep_-cUZX4/s400/foto+rozi+1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;SELAIN Desa Pakumbulan Kec Buaran Kab Pekalongan yang dikenal sebagai sentra hadycraft. Ternyata di Desa Cepagan Kec Warungasem Kab Batang juga ada aktivitas pembuatan kerajinan tangan seperti mambuat plismate, dan Sajadah Akar Wangi.&lt;br /&gt;Hal tersebut bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya sentra kerajinan di Batang. Apalagi bila pemerintah daerah setempat memiliki kepedulian untuk mengangkat handicraft hasil warganya. Tentunya akan mendongkrak pamor Desa Cepagan.&lt;br /&gt;Salah satu yang menekuni usaha handicraf, adalah Rozi. Bapak satu anak ini menekuni handycraft sejak lama. Awalnya Ia mengaku mengikuti trend masyarakat sekitarnya yang membuat kerudung ATBM."Saat itu, sekitar tahun 1990-an, kerudung ATBM lagi jaya-jayanya. Permintaan dari Bali sangat banyak, bahkan warga sini sempat tak menyanggupi pesanan kerudung karena banyaknya pesanan," ucap Rozi yang ditemui di rumahnya.&lt;br /&gt;Namun kejayaaan itu tidak berlangsung lama seiring terjadinya krisis ekonomi tahun 1997. Permintaan menurun, sampai kondisi sekarang. "Permintaan ada. Tapi tak seramai dulu," ungkapnya.&lt;br /&gt;Mengisi kekosongan karena menurunnya permintaan, Rozi mengisinya dengan menerima pesanan mengerjakan pesanan sajadah akar wangi, serta plismate. Ia menerima pesanan dari Pengusaha Eksportir Pekalongan yang selalu melakukan transaksi ke luar negeri. "Oleh agen diekspor ke Timur Tengah. Sebut saja Turki, Mesir, dan Dubai," tandasnya.&lt;br /&gt;Biasanya Eksportir Pekalongan itu, beber Rozi, ketika menerima order dari luar negeri dengan jumlah banyak. Sehingga untuk mengerjakannya dibagi ke beberapa pengrajin, baik pengrajin yang berada di Pakumbulan, dan Cepagan. "Saya biasanya kebagian 1000 unit sajadah akar wangi," bebernya.&lt;br /&gt;Rozi mengaku tak kesulitan mendapatkan bahan baku, baik akar wangi maupun benang. Sebab ada pemasok bahan baku. Yang menjadi hambatan adalah terbatasnya modal yang dimiliki. Serta tekanan harga dari Eksportir Pekalongan.&lt;br /&gt;"Kalau Saya minta harga cukup tinggi ditolak. Karena yang mengerjakan pesanan...sekarang sudah banyak. Makanya para perajin handycraft itu tak memiliki bergaining. Kita selalu kalah kalau dibenturan harga," keluhnya.&lt;br /&gt;Sehingga yang terjadi, para perajin handicraft menyanggupinya walaupun berat. Sebab keuntungan yang diperoleh sangat kecil. Serta memikirkan agar pekerjanya tidak menganggur, karena tidak ada pekerjaan. "Kalaupun keuntungan kecil, kita terima asal buruh tetap bekerja," akuinya.&lt;br /&gt;Selain itu, yang dikeluhkan lagi. Perajin handicraf akar wangi kesulitan untuk menjemur karena sering hujan. "Kalau akar wanginya basah. Maka tidak bisa ditenun. Akibatnya pekerja terancam menganggur," keluhnya lagi. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-3532083088574717032?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/3532083088574717032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/cepagan-cikal-bakal-tumbuhnya-sentra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3532083088574717032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/3532083088574717032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/cepagan-cikal-bakal-tumbuhnya-sentra.html' title='Cepagan Cikal Bakal Tumbuhnya Sentra Kerajinan di Batang'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYrrrQTTo8I/AAAAAAAAABY/RZep_-cUZX4/s72-c/foto+rozi+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-7526433899731161887</id><published>2009-02-03T04:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T04:41:15.384-08:00</updated><title type='text'>Spesialisasi Batik Perempuan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYg7NRuCShI/AAAAAAAAABQ/nW71FCWHYlk/s1600-h/Ida.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298550060882217490" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYg7NRuCShI/AAAAAAAAABQ/nW71FCWHYlk/s400/Ida.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;UNTUK urusan memproduksi kain batik, 'juragan' memang banyak membantu. Selain bekerja untuk mendapatkan upah, sembari belajar mengenai membuat batik dan belajar manajemennya. Seperti Sukron, Warga Desa Karangjompo Kec Tirto Kab Pekalongan misalnya. Berawal dari keterlibatannya sebagai buruh di sebuah home industri batik di desanya, diapun lantas tahu lika-liku memproduksi batik."Cukup lama saya menjadi buruh batik," ucapnya kepada Radar.&lt;br /&gt;Setelah dirasa cukup memadai pengetahuannya mengenai teknik membuat batik, Sukron nekad membuka usaha sendiri dengan menerima jasa pembuatan batik. Kebetulan lagi, saudara-saudaranya adalah perajin batik, maka keberaniannya untuk menentukan jalur membuka jasa pembuatan batik sebagai gantungan hidupnya, semakin mendesak pikirannya untuk berani mandiri. Kemudian dibukalah home industri di rumahnya Desa Karangjompo. Produksi batiknya khusus berupa batik tulis, khusus untuk baju perempuan.&lt;br /&gt;Meski usaha yang digelutinya itu baru beberapa bulan berjalan, namun usahanya lancar karena sering menerima order. Namun, Sukron tidak berani banyak menerima order besar-besaran, karena harga obat-obatan batik sangat tergantung situasi politik dalam dan luar negeri. "Seperti sekarang ini, ada rencana kenaikan harga obat batik. Sangat dimungkinkan ada kenaikan harga obat batik," jelasnya.&lt;br /&gt;Karenanya saat ini usahanya cukup ditangani sekitar 10 karyawan tetap. Dirinya tidak berani mempekerjakan banyak karyawan, karena sangat berisiko. "Saya khawatir kalau kemudian akhirnya melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)," ungkapnya.&lt;br /&gt;Sampai saat ini kemampuan produksi Sukron baru sekitar 500 pcs perbulan, dengan omzet antara Rp 5 – 25 juta per bulannya. "Untuk permodalannya masih mengadalkan dari kocek sendiri," jawabnya.&lt;br /&gt;Sukron menyebut, ongkos produksi di home industrinya tergantung dari banyaknya motif yang diinginkan, serta kerumitan motif batik. "Bisa mencapai 200 Ribu per kodinya," sebutnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Nabil Diab, Pecinta Batik Pekalongan mengatakan, batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.&lt;br /&gt;"Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya 'Batik Cap' yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini," ucapnya.&lt;br /&gt;Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak 'Mega Mendung', dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.&lt;br /&gt;"Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah," sebutnya.&lt;br /&gt;Adik Walikota Pekalongan itu menyatakan, warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru.&lt;br /&gt;"Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing."&lt;br /&gt;Teknik membatik, kata Nabil Diab, telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. "Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa," ungkapnya.&lt;br /&gt;Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.&lt;br /&gt;"Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia (Jawa) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB," pungkas Nabil Diab. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-7526433899731161887?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/7526433899731161887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/spesialisasi-batik-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/7526433899731161887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/7526433899731161887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/spesialisasi-batik-perempuan.html' title='Spesialisasi Batik Perempuan'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYg7NRuCShI/AAAAAAAAABQ/nW71FCWHYlk/s72-c/Ida.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-5123974687327318234</id><published>2009-02-03T04:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T04:33:37.900-08:00</updated><title type='text'>Pasar Inginkan Produk Bersih</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KECENDRUNGAN pasar batik sekarang menginginkan produk bersih. Maksudnya produk yang sedikit sekali menimbulkan limbah. Karena itu, perlunya menerapkan eko efisiensi dalam memproduksi batik.&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Sekretaris Fedep Kota Pekalongan Ir Rofiqurrusdi. "Dengan menerapkan eko efisiensi, kita bisa menghemat biaya, serta bisa mengurangi dampak negatif lingkungan dan sosial. Sehingga memperbanyak keuntungan," ucapnya.&lt;br /&gt;Eko efisiensi, lanjut Rofiqurrusdi, merupakan strategi bisnis dalam meningkatkan efisiensi &amp;amp; produktivitas, daya saing serta keuntungan di berbagai jenis sektor industri, dan sekaligus pemenuhan atas adanya persyaratan lingkungan yang sedang menjadi topik penting dewasa ini yaituproduk yang ramah lingkungan, produk-produk ber-ekolabel. "Mengingat sampah kota dan limbah industri sudah menjadi masalah yang kronis," ungkapnya.BAHAN KIMIA HARUS DIKENDALIKANBambang Purnomo Sidi, konsultan dari GTZ (Deutsche Geselschaft fur Technise Zusammernarbeit GmbH-German Technical Cooperation) dalam diskusi mengenai Eko-Efisiensi Batik yang difasilitasi FEDEP Pekalongan di Jenggot, kemarin mengatakan, menggunakan bahan kimia untuk proses pewarnaan kain batik, bila tidak dilakukan pengendalian secara ketat. Akibatnya luka, penyakit, bahkan membunuh.&lt;br /&gt;"Bahan kimia dapat meningkatkan mutu hidup, tetapi juga dapat menyebabkan luka, penyakit, bahkan bisa membunuh," ucapnya.&lt;br /&gt;Selain itu, bahan kimia dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Karena itu sifat-sifat bahan kimia yang digunakan harus diketahui agar dapat dikelola dengan baik. Mengingat, setiap bahan kimia mesti dilengkapi dengan lembar data keselamatan bahan. "Pengendalian bahan kimia sangat diperlukan. Maksudnya penggunaan bahan kimia harus sesuai aturan," beber Bambang Purnomo.&lt;br /&gt;Dengan pengendalian bahan kimia secara ketat akan memberikan manfaat secara optimal. Serta bisa meminimalisir efek samping yang merugikan, dan bisa mengurangi bahaya dari suatu bahan kimia tertentu.&lt;br /&gt;Diantara contoh bahan kimia berbahaya, sebut Bambang Purnomosidi, Zat warna dengan sifat partikel (debu) dan sifat karsinogenik (zw Napthol). Ditambah bahan kimia B3:NaOH, H2SO4, cH3COOH, H2O2, Sodium hipoklorit."Kemungkinan bahan kimia masuk ke tubuh  dengan cara dihisap, karena bahan kimia bisa berubah menjadi gas, uap, atau partikel halus kemudian masuk ke paru-paru," ungkapnya.&lt;br /&gt;Bisa dengan cara gas, cairan atau padatan bahan kimia terserap dengan kulit. Dan bisa, bahan kimia tertelan ke dalam mulut. Karena kebersihan diri kurang baik.&lt;br /&gt;Kalau masuk ke dalam tumbuh yang mungkin timbul, diantaranya iritasi kulit, mata dan saluran pernapasan, keracunan terhadap sistem organ tubuh, gangguan terhadap janin, dan merusak genetik generasi. "Karena itu hindarilah penggunaan bahan kimia berbahaya. Gunakan bahan kimia yang aman," saran Bambang Purnomosidi.&lt;br /&gt;Kalau harus menggunakan bahan kimia berbahaya, pencegahannya beri jarak antara bahan kimia dengan pekerja. Caranya gunakan alat proses yang tertutup, batasi jumlah bahan kimia di tempat kerja, serta simpan bahan kimia berbahaya dengan aman. "Gunakan ventilasi dan  gunakan aat pelindung diri," tambahnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Bambang Purnomosidi menyarankan, agar penggunaan bahan kimia untuk proses pewarnaan disesuikan dengan takaran, dan kebutuhan kain mori yang akan diberi warna. Sehingga sisa larutan warna yang dibuang nihil, atau sedikit. "Dengan begitu menghemat biaya, serta bisa mengurangi dampak negatif lingkungan dan sosial. Sehingga memperbanyak keuntungan," pungkasnya. (dur)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-5123974687327318234?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/5123974687327318234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/pasar-inginkan-produk-bersih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/5123974687327318234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/5123974687327318234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/pasar-inginkan-produk-bersih.html' title='Pasar Inginkan Produk Bersih'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-6970187214854438320</id><published>2009-02-03T04:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T04:31:55.038-08:00</updated><title type='text'>Batik Diminati Artis</title><content type='html'>BATIK, satu dari sekian banyak kekayaan budaya Indonesia. Dulu orang mengenal batik sebagai barang kuno, dan kebanyakan digunakan sebagai kain gendongan oleh ibu-ibu atau bahkan nenek kita. Jarang sekali kaum muda yang mengenakan batik. Bahkan batik hanya digunakan untuk acara-acara resmi atau acara tertentu saja.&lt;br /&gt;Tapi kini, anda juga mungkin merasakan dan melihat secara langsung, batik digunakan oleh banyak kalangan. Seolah olah batik sedang berada dipuncak kejayaannya. Orang berlomba-lomba mengenakan batik, pria, wanita, tua, muda. Tidak hanya masyarakat biasa, batik juga sudah merambah kekalangan artis.&lt;br /&gt;Seperti Nadine Candra Winata, yang mendatangi stand batik milik Haris Riyadi saat pameran di Jakarta beberapa waktu lalu. Dikatakan Haris, Mantan Puteri Indonesia itu mengaku kagum dengan busana artistik hasil karyanya. Bahkan mantan Puteri Indonesia itu, melakukan pemesanan agar warna dan ukurannya sesuai.&lt;br /&gt;"Tidak hanya Nadine Candra Winata. Artis lainnya, bahkan memberitahukan akan datang untuk memesan langsung produk terbaru itu di rumah produksi kami," ucapnya.&lt;br /&gt;Karya terbaru seniman yang pernah mengenyam pendidikan di akademi seni rupa, Yogyakarta itu memang lagi meledak di pasaran artis, setelah hasil inovasi sebelumnya batik kantong semen.Haris mengaku, sejak membuat jin batik dan mengikutsertakan dalam kegiatan pameran di Jakarta, artis-artis top langsung menyerbu stand yang dibuka. "Setiap saya pameran, artis-artis selalu datang dan menanyakan produk terbaru, karena mereka sudah mengenal saya sejak karya batik kantong semen dipamerkan," katanya.&lt;br /&gt;"Jadi artis-artis sebelumnya telah kontak dulu dengan saya memesan warna dan ukuran. Kemudian mengambil ketika saya pameran di Jakarta. Ada juga yang datang langsung ke Pekalongan," tandas dia.&lt;br /&gt;Seperti sekarang ini artis dan bintang iklan Elma Theana juga telah melakukan kontak akan datang ke griya batik Haris Riyadi di Perum Limas Indah, Krapyak, Pekalongan Utara. Dia juga ingin mendapatkan jin seperti artis-artis lainnya.&lt;br /&gt;"Elma sudah kontak saya akan datang untuk melakukan pemesanan jin batik. Sebab saya tidak produksi banyak setiap produk yang saya ciptakan. Karena saya bukan pengusaha, melainkan seniman dan selalu ingin membuat karya-karya baru," ungkap Haris.&lt;br /&gt;Dijelaskan harga jin tersebut memang untuk kalangan menengah atas seperti artis dan pecinta mode lainnya. Sebab ditawarkan dengan harga minimal mulai Rp 350.000 - Rp 750.000 per potong. (abdurrahman)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-6970187214854438320?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/6970187214854438320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/batik-diminati-artis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6970187214854438320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/6970187214854438320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/batik-diminati-artis.html' title='Batik Diminati Artis'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-1430039670753672668</id><published>2009-02-02T05:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T05:44:29.960-08:00</updated><title type='text'>Yukiko Kagumi Batik Pekalongan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb4n_X24eI/AAAAAAAAAAc/luVckW6bTPI/s1600-h/Batik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298195377558053346" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb4n_X24eI/AAAAAAAAAAc/luVckW6bTPI/s400/Batik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;PEKALONGAN - Yukiko, wanita asal negeri Sakura tersebut secara khusus datang ke Pekalongan dalam rangka melakukan studi banding tentang batik.Menurut wanita berusia tiga puluh tujuh tahun ini, bahwa ada banyak perbedaan antara motif batik Pekalongan dengan motif batik di negaranya tersebut.&lt;br /&gt;Jika di Jepang, motif batik antara lain bergambar bunga sakura, gunung air, naga, kupu-kupu serta motif-motif lainnya. Namun di Pekalongan Ia menemukan motif yang tidak ditemuinya di Jepang yakni seperti Parang Kusumo, Kawung, Sapu Jagad dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;"Ini sangat menarik karena di Jepang tidak ada motif-motif seperti ini," ujar Yukiko yang sempat mampir di Kantor Radar Pekalongan, Rabu malam (28/1).&lt;br /&gt;Baru kali ini Yukiko menginjakkan kaki di Kota Pekalongan setelah sebelumnya Ia berada di Solo dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;"Saya sangat kagum dengan batik pesisiran seperti di Pekalongan ini. Karena warnanya yang mencolok berbeda dengan batik Solo dan Yogya," lanjut Yukiko yang ditemani pengurus AKRAP, masing-masing Abduurahman, Rudiono, Zulkarnaen dan Muhajir. Asal muasal Yukiko bisa sampai di Kota Pekalongan adalah atas informasi dari salah satu orang Pekalongan yang tinggal di Jepang. Menurut penuturan Yukiko, jika Ia ingin mempelajari batik lebih jauh, Ia diminta berkunjung ke Pekalongan untuk menemui Muhajir, salah satu pengurus asosiasi Handycraft di Kota Pekalongan.&lt;br /&gt;Yukiko yang datang ke Pekalongan sejak hari Minggu kemarin berencana untuk tinggal selama lima hari. Dan selama di Pekalongan Ia menginap di hotel Nirwana.&lt;br /&gt;Beberapa hari di Pekalongan Yukiko manfaatkan untuk melakukan riset ke beberapa pusat batik di kota ini serta belajar langsung tentang proses pembuatan batik.&lt;br /&gt;Selain berkutat dengan batik, Yukiko juga menyempatkan diri untuk mencoba makanan khas Pekalongan seperti nasi megono. Ia juga mengaku sudah mencoba bakso "Bu Roni" yang ada di Kelurahan Sapuro.&lt;br /&gt;"Bakso dan nasi megono enak sekali. Saya suka." katanya sambil tertawa renyah. Ia berharap bisa lebih lama lagi berada di Pekalongan namun Ia juga tidak bisa berlama-lama meninggalkan negeri Sakura tersebut. (abdurrahman) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-1430039670753672668?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/1430039670753672668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/yukiko-kagumi-batik-pekalongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/1430039670753672668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/1430039670753672668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/yukiko-kagumi-batik-pekalongan.html' title='Yukiko Kagumi Batik Pekalongan'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb4n_X24eI/AAAAAAAAAAc/luVckW6bTPI/s72-c/Batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4357965156142631068.post-7937944998263473192</id><published>2009-02-01T05:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T05:50:00.627-08:00</updated><title type='text'>Lestarikan Batik Klasik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYWoRNkIOHI/AAAAAAAAAAM/aadVn6WIteo/s1600-h/DSC01762.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297825550323693682" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYWoRNkIOHI/AAAAAAAAAAM/aadVn6WIteo/s400/DSC01762.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BENARKAH batik klasik sudah mati? Alhamdulilah, batik motif klasik belum mati. Batik ini masih hidup, dan dihidupkan oleh pengrajin batik yang tetap konsisten mempertahankan motif klasik. Badawi Yusuf, warga Rt 01 Rw 01 Kelurahan Sampangan Kecamatan Pekalongan Timur, salah seorang pengrajin batik yang tetap mempertahankannya.&lt;br /&gt;Seperti diketahui, batik sekarang ini mengalami perkembangan yang pesat, baik dari sisi motif, pewarnaan maupun ragamnya. Hal tersebut karena untuk memenuhi tuntutan pasar yang dinamis. Sehingga inovasi merupakan salah satu kunci bagi pengrajin ataupun pengusaha batik agar usahanya tetap eksis.&lt;br /&gt;Saat ini saja sudah ribuan lebih motif yang dikembangkan pengrajin batik kota pekalongan. Mengingat pengrajin batik Pekalongan dikenal kreatif, dan mudah menyesuaikan perkembangan zaman.&lt;br /&gt;Badawi Yusuf mengatakan, dirinya mengenal batik saat bekerja di home indutri yang ada dilingkungan rumahnya. Kemudian, merasa sudah 'cukup', dia mendirikan usaha batik sendiri dengan ciri khas membuat batik motif klasik.&lt;br /&gt;"Dari dulu sampai sekarang, saya tetap menekuni usaha membuat batik klasik," ucapnya yang ditemui di Rumahnya kemarin.Namun batik klasik yang dibuat Badawi Yusuf, tidak seperti batik klasik zaman belanda atau zaman tempo dulu yang warnanya sogan (coklat). Batik klasik yang dibuat Badawi telah mengalami perubahan warna, yakni menggunakan pewarnaan yang modern. "Jadi menggunakan warna batik yang digunakan sekarang. Hanya motifnya saja yang klasik," bebernya.&lt;br /&gt;Diantara motif batik klasik yang dibuat, lanjut Badawi Yusuf, adalah motif kapal kandas, motif indramayu, motof cuwiri dan motif klasik lainnya. Batik yang dibikin dibuat selendang (tapeh), dan sarung selendang.&lt;br /&gt;Proses pembuatan batik motif klasik, kata Badawi Yusuf, sangat lama sekali. Pertama, kain mori dari bahan primis jenis katun dipotong seukuran selendang, panjangnya sekitar 240 cm. Kemudian dibatik tulis. "Satu orang pembatik bisa menyelesaikan (membatik tulis) sekitar 30 hari," ucapnya.&lt;br /&gt;Sehingga kalau memiliki pekerja membatik 5 orang. Maka sebulan hanya bisa menyelesaikan 5 potong kain. Itupun belum dihitung dengan waktu untuk proses pewarnaan. "Jadi satu potong batik bisa selesai dalam jangka waktu sekitar 45 hari," ungkapnya.&lt;br /&gt;Kenapa membutuhkan waktu lama? jelas Badawi Yusuf, karena seluruh kain seukuran selendang dibatik tulis dengan menggunakan tekhnologi manual. "Jadi yang bekerja tangan. Semua ditulis dengan menggunakan tangan manual," jelasnya sembari menyebut jumlah pekerjanya sebanyak 15-an orang.&lt;br /&gt;Pemasaran batik yang dibuat Badawi Yusuf dikerjakan oleh Mbak Mimin. Mbak Miminlah yang menjual batik karya Badawi Yusuf ke luar negeri melalui agennya di Bali."Batiknya diekpor ke Singapura, dan Jepang," ucapnya.&lt;br /&gt;Yusuf Badawi mengaku alasan dirinya mengembangkan motif klasik. Karena ingin melestarikan budaya leluhur. "Jadi kami ingin melestarikannya," tegasnya.&lt;br /&gt;Walaupun pengrajin batik yang lain berlomba-lomba menciptakan motif modern, Badawi Yusuf seakan tak peduli. Ia akan tetap melestarikan batik motif klasik.&lt;br /&gt;Meski demikian bukan berarti Yusuf Badawi tidak mau berinovasi. Sebab, selain mengembangkan motif batik klasik, ia membuat batik motif batik kontemporer. "Tapi yang ini sifatnya tambahan saja, yang pokok saya membuat batik motif klasik," pungkas Badawi Yusuf. (dur)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4357965156142631068-7937944998263473192?l=abdurrahmanrafli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/feeds/7937944998263473192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/lestarikan-batik-klasik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/7937944998263473192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4357965156142631068/posts/default/7937944998263473192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdurrahmanrafli.blogspot.com/2009/02/lestarikan-batik-klasik.html' title='Lestarikan Batik Klasik'/><author><name>cintabatik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14522437751660456373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYb7Tlh6J6I/AAAAAAAAAA4/eQ_8iWI_u-8/S220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IpbEAoilRfU/SYWoRNkIOHI/AAAAAAAAAAM/aadVn6WIteo/s72-c/DSC01762.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
